oleh

RPK Tunggu Daging Beku

LINGGAU POS ONLINE – Pelaku usaha yang tergabung dalam Rumah Pangan Kita (RPK) mitra Bulog Divre Lubuklinggau masih belum mendapat distribusi daging beku dari Bulog. Kekosongan daging beku ini sudah terjadi sejak satu bulan lalu.

“Padahal daging beku produk yang paling laris kami jual, apalagi banyak yang pesan baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk usaha katering,” ungkap Rima, pemilik RPK Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Kepala Bulog Divre Lubuklinggau, Meizarani mengakui sejak satu bulan terakhir tidak menjual daging kerbau beku, pasalnya hingga saat ini Bulog RI belum mendapat kiriman dari India. Padahal, daging beku salah satu produk unggulan Bulog RI mengingat banyak peminatnya.

Bulog Divre Lubuklinggau menjual daging beku rata-rata 200-300 kg per hari, dengan harga Rp80.000 per kg. Artinya pemasukan salah satu BUMN ini berkurang Rp16 juta hingga Rp24 juta per harinya.

Menurut Memen, pangsa pasar penjualan daging beku yaitu Rumah Pangan Kita (RPK), masyarakat umum, dan pelaku usaha katering. Selain daging beku Bulog Divre Lubuklinggau menjual beras medium dengan harga Rp8.800 per kg, rata-rata terjual 200 Kg per hari, dan gula pasir dengan harga Rp10 ribu.

Bulog Divre Lubuklinggau selalu memasarkan produk di depan Pasar Mambo, depan perkantoran Bulog Divre Lubuklinggau, dan satu tim mobile.

“Kehadiran Bulog untuk menjaga kestabilan harga pasar,” ungkap Memen. (nia)

Rekomendasi Berita