oleh

Rp 50 Juta Untuk Rehab Perpustakaan

Kepala SMP Negeri 3 Lubuklinggau, Endang Budiman
“Sejak berdiri, perpustakaan kami belum pernah direhab. Alhamdulillah 2018 ada bantuan dari DAK Pendidikan. Akan direalisasikan untuk rehab atap dan flapon yang rusak,”

LINGGAU POS ONLINE, KALI SERAYU – Sejak 20 tahun lalu, Perpustakaan SMP Negeri 3 Lubuklinggau belum pernah tersentuh rehab. Setelah 2017 diajukan, tahun 2018 bangunan yang masih berlantai tegel itu akan direhab.

Kepala SMP Negeri 3 Lubuklinggau Endang Budiman, membenarkan itu. Ia menjelaskan, dana yang akan digunakan untuk merehab perpustakaan itu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan 2018.

“Perpustakaan kami kondisi atapnya sudah bocor. Plafonnya benar-benar sudah rusak. Lantainya pun jaman dulu sekali, bukan keramik. Semacam tegel. Nah, dana Rp 50 juta itu swakelola. Dan kami belum lihat secara langsung petunjuk teknisnya. Apakah Rp 50 juta sudah sekaligus ganti lantai atau belum,” terang Endang, Minggu (25/3).

Endang bersyukur dengan dikabulkannya pengajuan rehab perpustakaan itu.

“Berapapun dana yang diberikan pada kami, akan kami kelola semaksimal mungkin untuk merehab perpustakaan nanti. Proses rehabnya, diketahui Komite dan tim dari sekolah. Pelaksanaannya insya Allah Juni 2018 ini,” jelasnya.

Dari rehab itu, akan ada penambahan ruangan dalam perpustakaan. Karena selama ini, kata Endang, perpustakaan murni untuk siswa kunjungan dan membaca. Dan belum ada ruang kepala perpustakaan.

“Agar lebih rapi administrasinya, nanti ada juga ruang kepala perpustakaannya. Perpustakaan ini kami prioritaskan untuk direhab, karena ini ruangan yang jadi sumber inspirasi peserta didik kami. Gudangnya ilmu,” sebut Endang.

*** Programkan Penambahan Komputer

Selain perpustakaan, SMP Negeri 3 Lubuklinggau juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan komputer.

“Sebab, dengan jumlah peserta UN yang setiap tahun lebih dari 300 orang, kebutuhan komputernya 120 lebih. Yang tersedia hanya 25 komputer,” jelas Endang.

Hal inilah, yang membuat SMP Negeri 3 belum bisa menyelenggarakan UNBK mandiri. Dan harus menyewa serta numpang di STMIK-BNJ Lubuklinggau.

“Harapan kami jangan sampai setiap tahun begini. Harus bisa menyelenggarakan UNBK mandiri. Maka, kami menggandeng komite, untuk duduk bersama membahas kebutuhan dasar sekolah tersebut,” jelas Endang.

Ia mengatakan, sumber dana operasional SMP Negeri 3 Lubuklinggau memang dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Namun, kalau beli komputer mengandalkan dana BOS juga, tidak bisa. Karena pada Juknis penggunaan BOS, ada batasan-batasan penggunaannya,” tutur Endang lagi. (02)

Rekomendasi Berita