oleh

Rp 3,2 M untuk Eliminasi Malaria

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Tahun 2017, Global Fund menggelontorkan dana Rp 20 miliar untuk mengeliminasi tiga kasus besar. Yakni penyakit Malaria, AIDS, dan Tuberkulosis (TB) Paru.

“Fokus utamanya saat ini Malaria yang nyaris rampung. 2017 ini ada Rp 3,2 miliar yang dikucurkan untuk pencegahan dan penanggulangan Malaria di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),” tutur Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Ferry Yanuar saat dibincangi Linggau Pos usai pembukaan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi 17 Kabupaten/Kota NFM Global Fund Malaria, di Hotel Burza, Lubuklinggau Rabu (15/11).

“Di Sumsel, dari 17 kabupaten/kota yang ada. Tinggal Lahat yang masih endemik Malaria. Namun statusnya sudah pre eliminasi,” jelas Ferry lagi.

Kalau kabupaten kota yang sudah mendapatkan sertifikat eliminasi Malaria baru delapan. Sembilan lainnya, termasuk Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Muratara sedang diupayakan lulus eliminasi Malaria.

“Kalau sudah mendapat sertifikat ini, artinya daerah tersebut kasus Malarianya sudah bisa dikontrol dan nyaris tidak ada. Atau terjadi penurunan drastis,” imbuhnya.

Hanya saja, Ferry mengatakan untuk Lubuklinggau, Musi Rawas dan Muratara belum.

“Sekalipun angkanya sudah menurun dibanding tahun lalu, namun kasusnya masih kategori tinggi dibanding daerah lain,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau Idris melalui Kabid P2P dr Jeannita menjabarkan, Januari-Oktober 2017 masih terjadi 13 kasus Malaria di Kota Lubuklinggau. Didominasi pasien yang dirawat di Puskesmas Simpang Periuk. Penderitanya rerata berusia 15-64 tahun.

“Sebenarnya semua orang rentan terjangkit Malaria yang ditularkan nyamuk betina Anopheles. Hidup nyamuk ini suka berkembang biak di air kotor. Maka yang rentan itu wilayah yang banyak selokan dan rawa. Di Kecamatan Lubuklinggau Utara II misalnya. Maka usahakan tidak ada air menggenang terlalu lama di sekitar rumah kita,” kata dr Jeannita.

Malaria, kata dia, terdiri dari empat jenis. Untuk warga Lubuklinggau rerata mengidap jenis ovale sederhana, yang tidak mematikan.

“Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hanya disebarkan oleh nyamuk Anopheles betina. Ada banyak sekali jenis parasit Plasmodium, tapi hanya lima jenis yang menyebabkan Malaria pada manusia. Parasit masuk ke dalam aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Gigitan ini lebih sering terjadi pada malam hari,” imbuhnya.

Gejala awalnya, biasa dimulai dengan keringat dingin, mual, muntah, suhu tubuh tidak stabil dan sakit kepala.

“Kalau mengalami gejala ini, langsung ke dokter,” saran dr Jeannita.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita