oleh

Rp 1,5 Miliar untuk Perbaiki Jembatan Tingkip

Janji April 2018

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – April 2018 mendatang Jembatan Tingkip Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mulai diperbaiki. Dengan dana pemeliharaan sebesar 25 % dari anggaran pembangunan jembatan. Lebih kurang Rp 1,5 miliar.

Jadwal tersebut berdasarkan hasil rapat lintas antar komisi DPRD Kabupaten Muratara dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PU-PR) Kabupaten Muratara dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Tingkip, di ruang rapat Badan Anggaran, Senin (2/4).

Rapat dipimpin Arjuna Jipri dihadiri Wakil Ketua II, H A Suhadak dan anggota komisi-komisi. Arjuna meminta agar Jembatan Tingkip segera diperbaiki, dan kekurangannya jangan dibayarkan dulu sebelum masa pemeliharaan jembatan berakhir.

Anggota rapat sesalkan alasan Plh Kadis PU-PR Kabupaten Muratara yang mengatakan kerusakan Jembatan Tingkip karena dilalui oleh kendaraan yang melebihi tonase bahkan hingga.
Kerusakan Jembatan Tingkip, dikarenakan kendaraan yang melintasinya melebihi tonase, di mana hingga 35 ton.

“Kondisi jembatan bagus, tapi usia beton belum mencapai 21 sudah dilalui oleh kendaraan yang melebihi tonase. Bahkan kendaraan minyak dan kendaraan pembawa alat berat yang bertonase 25-35 ton,” jelasnya.

Lebih lanjut Lantang menambahkan, untuk masa pemeliharaan, April 2018 dan pihaknya sudah ditelepon, dan jawabannya siap akan memperbaikinya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan,untuk anggaran Jembatan Tingkip baru dibayar 75 % sementara 25 % belum dibayar termasuk untuk pemeliharaan.

I Wayang Kocap menambahkan, rusaknya Jembatan Tingkip, diduga ada pembiaran pada saat pelaksanaan pembangunan.

“Yang miris, jumlah anggaran sangat besar tapi pembangunan jelek, karena tidak wajar. Jadi kalau kerusakan jembatan karena dilewati kendaraan yang melebihi tonase, itu hanya Alibi saja,” kata Wayan.

*** Kalau Pemborong Nakal, Di-black List

Hal sama disampaikan Muhammad Ali.

“Alasan kerusakan jembatan itu hanya alibi, karena sebelumnya juga dalam pembangunan jalan di Ulu Rawas rusak, alasannya sama, karena dilewati kendaraan yang melebihi tonase. Di sini nampak lemahnya pengawasan, karena diduga hanya pas 100 persennya saja,” terang Muhammad Ali.

Ia menduga, kalau ada temuan BPK, dilaporkan. Kalau tidak ada pembiaran juga dari dewan dalam hal ini Komisi III.

Bahkan Isa Ansori, membantah alasan Plh Kadis PU-PR Kabupaten Muratara kalau jembatan tersebut dilalui oleh kendaraan yang bertonase 30 ton, karena sering melintasi jembatan tersebut untuk ke kebun.

“Saya sering lewat karena ada kebun di sana. Jadi kalau kerusakan dilewati mobil bermuatan 30 ton, tidak ada. Jadi saya mengharapkan kepada Lantang untuk jujur saja tidak usah menutupi pemborong, kalau pemborong nakal di-black list jangan dikasih lagi,” pesannya.

Dari pantauan, dewan juga menyesalkan rapat tidak dihadiri langsung oleh Kepala atau Sekretaris Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Rupit, padahal di dalam undangan sudah jelas tidak boleh diwakili.(12)

Rekomendasi Berita