oleh

Rp 1,5 Miliar Untuk Guru Honorer

Ketua PGRI Lubuklinggau
“Guru non PNS (honorer) di Kota Lubuklinggau ada 800-an orang. Dan gaji mereka, masih dibawah standar….”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Berkenaan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2018. Kabar gembira disampaikan untuk para guru. Tahun 2018 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau menyiapkan Rp 1,5 Miliar untuk guru honorer. Jumlah itu akan diberikan sebagai insentif guru honorer SD dan SMP selama 2018 ini.

Kabar tersebut disampaikan Ketua PGRI Kota Lubuklinggau, Erwin Susanto, saat mengadakan Pelantikan Pengurus PGRI Tingkat Ranting, di Balai Embun Semibar, Senin (30/4).

“Ada 800-an orang yang kami targetkan mendapatkan insentif ini. Target awalnya Rp 2 jutaan per orang. Dengan anggaran yang dijanjikan Rp 1,8 miliar. Namun yang disetujui DPRD Kota Lubuklinggau hanya Rp 1,5 Miliar. Sehingga otomatis nominal yang akan diberi itu berbeda dari yang ditargetkan,” tutur Erwin.

Menurut Erwin, guru non PNS (honorer) di Kota Lubuklinggau ada 800-an orang. Dan gaji mereka, masih di bawah standar.

“Ada yang digaji Rp 300 ribu per bulan. Oleh karena itu, PGRI memperjuangkan kesejahteraan mereka. Alhamdulillah dikabulkan. Ini artinya Pemkot Lubuklinggau juga memperhatikan guru,” jelasnya.

Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani membenarkan apa yang disampaikan Erwin Susanto.

“Memang benar, yang dikabulkan DPRD Kota Lubuklinggau untuk insentif honorer ini Rp 1,5 miliar. Namun, bisa jadi ada penambahan lagi dari APBD Perubahan. Namun yang pasti Pemkot Lubuklinggau memberikan perhatian lebih untuk guru honorer di Kota Lubuklinggau. Karena dedikasi guru honorer ini sangat besar untuk pendidikan di Lubuklinggau,” jelasnya.

Sementara di Kabupaten Musi Rawas (Mura), hari ini 500 guru honorer mendapat insentif Rp 400.000 per orang. Sementara untuk 100 guru dari daerah terpencil menerima Rp 1.020.000 per bulan.

“SK Bupati Mura baru turun. Jadi meski baru di-SK-kan Mei, pencairannya tetap dari Januari. Sementara untuk honorer di daerah terpencil lebih besar nominalnya, karena dari sisi tugas juga jarak tempuh mereka lebih jauh. Perjuangan mereka jauh lebih berat,” terang Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mura, Irwan Evendi melalui Kabid GTK H Sukasno, Selasa (1/5).

Ketua PGRI Kabupaten Mura, H Hermansyah menambahkan, 500 honorer yang menerima insentif itu telah diusulkan oleh PGRI Mura.

“500 Orang yang menerima insentif ini sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dan pengabdian minimal 5 tahun. Namun, kalau melihat seluruh honorer di Mura itu ada 1.874 orang. Namun, karena APBD Mura juga terbatas, jadi 500 orang dulu. Nanti bertahap,” jelas Hermansyah.(02)

Rekomendasi Berita