oleh

Rolling Kasek Belum Pasti

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Isu bakal adanya rolling kepala SMA/SMK di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) cukup berpengaruh pada pembicaraan kalangan guru di Kota Lubuklinggau.

Informasi mengenai rolling Kepala Sekolah (Kasek) itu sempat disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumsel, Widodo pada 25 Oktober 2017 lalu.

Widodo mengungkapkan, wacana rotasi kepala SMA/SMK itu bakal direalisasikan akhir Oktober 2017. Total ada 428 Kasek baik SMA/SMK di Sumsel. Tapi, 50 Kasek akan tetap dipertahankan karena dinilai memiliki kinerja yang baik.

Beberapa waktu yang lalu, ada 370 Kasek yang mengikuti tes dan Diklat Kasek yang digelar Disdik Sumsel melalui dua tahapan kegiatan.

Menurut Widodo, salah satu elemen pertimbangan yang bakal diambil untuk menentukan rotasi melalui hasil tes dan Diklat tersebut. Bagi yang ingin jadi Kasek wajib ikut Diklat, sebab dari Diklat akan mendapatkan Nomor Unit Kepala Sekolah (NUKS). Semua peserta Diklat inilah, kata Widodo yang akan dipertimbangkan untuk menjadi Kasek saat melakukan rotasi Oktober melalui SK Gubernur.

Namun faktanya, akhir Oktober 2017 sudah terlewati, namun belum ada juga kabar tentang kepastian mutasi kepala SMA/SMK tersebut.

Koordinator Pengawas (Korwas) Pembina SMA/SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Agustaman menerangkan sebenarnya 50 nama Kasek yang bakal dipertahankan Dinas Pendidikan sudah diajukan ke Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.

“Iya, itu sudah disampaikan. Namun memang hasilnya kita juga belum tahu. Bisa jadi apa yang disampaikan Pak Widodo itu benar. Menunggu hasil Diklat Kepala SMA/SMK tersebut,” terang Agustaman.

Ia menjelaskan, bisa jadi Disdik Provinsi Sumsel sedang menunggu dari hasil Diklat para Kasek yang diadakan bersama tim dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Solo.

Pemberlakuan Kasek wajib mengantongi NUKS ini, imbuh Agustaman, sebenarnya mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

“Untuk Kasek yang tidak punya NUKS dikhawatirkan akan menghambat penerimaan bantuan untuk sekolah. Seperti penyaluran dana BOS, DAK, dan sertifikasi,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita