oleh

Rio: Insha Allah Damai

LINGGAUPOS.CO.ID – Kabid Data dan Informasi Publik Diskominfo Lubuklinggau, Febrio Fadilah alias Rio, mengungkapkan persoalan dugaan penganiayaan terhadap dirinya, dengan terduga pelaku Kabag Ekonomi Setda Musi Rawas, H Hendri, kemungkinan damai.

“Insha Allah damai, dio bersedia minta maaf di media,” jelas Rio kepada linggaupos.co.id, Kamis (25/2/2021).

Sebelumnya, Rio juga mengatakan, “Secara pribadi saya sudah memaafkan oknum tersebut.”

Bahkan Rio juga mengakui H Hendri telah menemui keluarga besarnya untuk meminta maaf.

Seperti diketahui, Rabu (24/2/2021), Hendri sudah, secara terbuka melalui media menyatakan permintaan maaf kepada Febrio Fadilah

“Saya khilaf, saya salah minta maaf. Pada dasarnya saya tidak bisa mengontrol emosi dan saya salah telah melakukan pemukulan kepada saudara Rio (Febrio Fadilah).  Untuk itu dari lubuk hati yang terdalam saya sampaikan permohonan maaf,” kata H Hendri.

Diakuinya, peristiwa pada Kamis 21 Januari 2021 lalu di halaman kantor Diskominfo Lubuklinggau eks Kantor Bupati Mura disebabkan karena kesalahpahaman saja. Sejauh ini diakuinya tidak ada masalah antara dirinya dengan Rio bahkan mereka berteman baik.

“Namun karena ada sedikit kesalahpahaman saya terbawa emosi dan khilaf sehingga peristiwa tersebut terjadi. Makanya sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf. Ini tentunya menjadi pelajaran sangat berharga bagi saya dan semoga tidak akan terjadi lagi peristiwa semacam ini di kemudian hari,” imbuhnya.

Bahkan, sebelumnya, di sela Ground Breaking Ceremony Hotel Harris & Convention Hall Lubuklinggau Jumat (12/2/2021) lalu, H Hendri juga sudah menyampaikan permohonan maaf melalui jumpa pres dengan para wartawan.

“Saya memohon maaf kepada Rio dan keluarga besar Rustam, Hj Sopian dan Pak Eng, “ papar H Hendri waktu itu.

Atas permohonan maaf tersebut, dirinya berharap Rio dan keluarga besar mau menerimanya.  “Saya khawatir besok atau lusa saya meninggal dan belum sempat minta maaf, san diakhirat nanti akan lebih berat lagi siksaan-Nya. Makanya atas kekhilafan dan rasa bersalah ini, saya  menyampaikan permohonan maaf, “ pungkasnya.

Adapun kasus penganiayaan yang melibatkan keduanya, bermula Rio didatangi delapan hingga sembilan orang yang menumpang mobil Triton dan Innova serta 1 unit kendaraan bermotor, Kamis (21/1/2021) sore.

“Hendri cs mendatangi saya. Ada perbincangan sebentar, lalu dia memukul meja dan menghempaskan meja. Saya kemudian berlari bergeser kemudian dia enantang saya untuk berkelahi lalu menendang,” kata Rio, Sabtu (23/1/2021).

Salah satu pelaku yang datang mengendarai motor, menurut Rido berkali-kali ikut mengintimidasi dengan ancaman,  “ai nga kak-ai nga kak”, sembari tangan kanan berada di dalam tas warna hitam yang ia kenakan seperti memegang sesuatu.

Setelah kejadian Rio mendatangi rumah sakit untuk dilakukan melakukan visum.

Rio melaporkan penganiayaan itu ke Kepolres Lubuklinggau dengan laporan teregister Laporan Polisi Nomor : LP/B-17/1/2021/SUMSEL/RES LLG.(*)

Rekomendasi Berita