oleh

Rina Prana Ajak Mahasiswa Cegah Silent Killer

SILENT killer seperti penyakit jantung, stroke, dan serangan jantung bisa datang kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan usia dan jenis kelamin, bahkan pada mereka yang menerapkan gaya hidup sehat. Walaupun pria lebih berisiko didiagnosis menderita penyakit ini, tetapi perempuan masih merupakan korban utama dari silent killer. Terutama bagi perempuan yang menderita hipertensi, serangan jantung atau stroke biasanya adalah gejala utama.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana saat dibincangi usai Senam Jantung Sehat bersama mahasiswa juga pelajar di Taman Olahraga Silampari (TOS), Jumat (6/4).

Untuk terhindar dari penyakit ini, kata Hj Rina, kita harus tetap menerapkan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga dan menjaga pola makan. Ia menyarankan kita menerapkan CERDIK, yaitu Cek Kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

“Sampai saat ini, penyakit jantung tetap sebagai penyebab kematian utama di Indonesia, sementara penyakit yang ‘menyeramkan’ ini dapat diturunkan risiko terjadinya pada diri kita, bila kita menghindari faktor risikonya, dengan CERDIK,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan kepada para ibu, agar mulai disiplin mengingatkan keluarganya untuk tidak konsumsi gula. Terutama minuman manis kemasan.

“Karena sekalipun kita nggak konsumsi gula, dari sayur, nasi dan buah itu pun sudah mengandung gula. Ingat loh, yang bertanggung jawab dengan tubuh kita itu ya kita sendiri. Nah, tiga item ini sudah mencukupi kebutuhan gula kita. Konsumsi gula yang berlebihan dapat menimbulkan resistensi Leptin. Leptin adalah hormon yang memberikan sinyal pada tubuh bila makanan yang dikonsumsi sudah berlebihan, sehingga kita akan berhenti makan. Saat terjadi resistensi Leptin, maka tubuh akan sulit untuk merasa kenyang. Sehingga akan mengonsumsi lebih banyak makanan. Ketika hal itu terjadi, tubuh bukan hanya mengalami obesitas, tetapi juga mengalami berbagai penyakit berbahaya lainnya, yang akan membunuh secara diam-diam,” imbuhnya.

Pesan-pesan penting ini disampaikan langsung oleh Hj Yetti Oktarina Prana. Juga dihadiri sang suami, H SN Prana Putra Sohe, Ketua Harian Yayasan Jantung Indonesia Kota Lubuklinggau dr Mast Idris Usman E, Sekretaris Yayasan Jantung Indonesia Kota Lubuklinggau H Jamaluddin, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga H Surya Darma, Ketua STKIP-PGRI Lubuklinggau DR H Rudi Erwandi dan masih banyak lagi.

Dr Mast Idris didampingi H Jamaluddin berharap, dengan Senam Jantung bersama, sekaligus mendapat edukasi tentang bagaimana mencegah silent killer, bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Lubuklinggau, khususnya mahasiswa dan pelajar.(02)

Rekomendasi Berita