oleh

Rina: Orang Tua Harus Cerdas Emosi, FKMLI Gelar PCM 2019

LUBUKLINGGAU – Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe menantang para pemuda pemudi Forum Komunikasi Mahasiswa Lubuklinggau Indonesia (FKMLI) menggelar kegiatan yang besar. Sehingga bisa mendatangkan orang banyak ke Lubuklinggau.

Tantangan itu disampaikan H SN Prana Putra Sohe dalam Talkshow Pekan Cakrawala Mudo (PCM) Tahun 2019 di Lantai Atrium Lippo Plaza Lubuklinggau, Selasa (30/7).

“Saya juga berharap para pemuda di Kota Lubuklinggau ini bisa lebih optimal dan inovatif dalam berkontribusi untuk pembangunan Kota Lubuklinggau dan mendukung Lubuklinggau Metropolis Madani. Saya menantang kalian untuk melaksanakan kegiatan besar dan bisa meramaikan Kota Lubuklinggau,” ungkapnya, dalam talkshow bertema Peran Pemuda Dalam Proses Pembangunan Industri Pariwisata dan Pembangunan Sumber Daya Manusia.

Nanan sapaan Walikota Lubuklinggau ini juga menyampaikan ada empat potensi yang sedang dikembangkan Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam mendukung Lubuklinggau menjadi Kota Metropolis Madani. Yakni Bandara, Hotel, Kuliner dan Wisata. Dan keempat potensi ini sedang diperjuangkan pengembangannya oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau.

Salah satunya yang dibahas dalam Talkshow PCM 2019 ini adalah Nanan menyebutkan bahwa Kota Lubuklinggau kekurangan hotel dan butuh hotel bintang 5.

Karena dalam keikutsertaaannya pada Rakernas APEKSI XIV Tahun 2019 di Semarang beberapa waktu lalu, Nanan menginginkan dan berupaya Kota Lubuklinggau bisa menjadi tuan rumah dalam kegiatan itu.

“Karena ada sekitar 98 walikota se-Indonesia yang akan mengikuti kegiatan tersebut, dan pengalaman di Kota Semarang lalu ada sekitar 5.000-an orang yang hadir dalam kegiatan tersebut. Bayangkan perputaran uang yang terjadi di Kota Lubuklinggau jika kegiatan skala nasional ini dilaksanakan di Kota Lubuklinggau. Untuk itu target kedepan kita harus memiliki hotel bintang lima agar bisa mengadakan event nasional maupun internasional,”harapnya.

Pada momen yang sama, Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Hj Yetti Oktarina menyampaikan materi bertema peran orang tua dalam mendidik pemuda untuk turut serta dalam proses pembangunan industri pariwisata. Materi itu bertajuk Menjadi Orang Tua Zaman Now.

Yetti memaparkan orang tua zaman now, harus melakukan beberapa hal. Pertama, adanya pola asuh berubah, di mana kemajuan teknologi adalah sebuah keniscayaan, dan orang tua harus siap dengan segala risiko dan konsekuensinya demi tumbuh kembang anak.

“Sikapi setiap perubahan dan perkembangan zaman dengan komprehensif. Karena selalu ada sisi positif dan negatif dari segala hal,” katanya.

Kedua, lanjut Yetti, orang tua harus cerdas emosi, cerdas pikiran. Maksudnya orang tua boleh terlahir di zaman jadul, tapi pola pikir kita harus zaman now, dengan cara terus menambah literasi, baik digital ataupun pengetahuan parenting, harus pandai menempatkan emosi, saat di mana kita harus mempertahankan aturan, dan pada saat mana kita harus mengikuti keinginan anak.

Dan ketiga, harus berbudaya kolaboratif. Karena kolaborasi saat ini menjadi sebuah motode jitu dalam membuka ruang pikiran yang lebih luas. Orang tua harus mampu berperan sebagai partner yang mampu memberikan feedback sehingga potensi anak lebih tergali. Setiap anak adalah istimewa.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan PCM 2019, Benny Sultan mengucapkan terima kasih kepada semua sponsor terutama Pemerintah Kota Lubuklinggau dan Lippo Plaza Lubuklinggau yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan PCM 2019 ini.

Dijelaskan Benny, bahwa kurangnya informasi dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum ini yang melatarbelakangi kegiatan ini.

“Jadi kegiatan ini memberikan langsung informasi mengenai pembangunan Kota Lubuklinggau dan Cara mendidik anak agar berperan dalam pembangunan Kota Lubuklinggau sendiri. Khususnya melalui talkshow bersama Walikota dan Ibu. Serta juga diadakannya Expo Campus yang menampilkan pameran PTN dan PTS se-Indonesia untuk memberikan informasi kepada pelajar di Kota Lubuklinggau tentang suatu kampus tersebut, mulai dari cara pendaftaran, cara kuliah dan bagaimana memperoleh beasiswa,” jelasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua GOW Hj Sri Haryati Sulaiman Kohar, Ketua DWP Kota Lubuklinggau dan seluruh jajaran OPD serta ibu-ibu PKK dan para pelajar Kota Lubuklinggau.

“Jadi kami menjadikan kegiatan ini maupun forum ini sebagai wadah aspirasi untuk mereka, apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh daerah tempat kita tinggal dan apa tantangannya. Dan inilah wadah bagi para pemuda di forum ini yang bekerja sebagai relawan untuk membangun daerah mereka sendiri,” tutup alumni SMAN 1 Lubuklinggau ini. (rrf)

Rekomendasi Berita