oleh

Richard Cahyadi Bakal Jadi Plt Walikota

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – Nama Richard Cahyadi, santer disebut-sebut bakal menjabat Plt Walikota Lubuklinggau. Pasca berakhirnya masa jabatan H SN Prana Putra Sohe sebagai Walikota Lubuklinggau, 24 Januari 2018 mendatang.

Diketahui, saat ini Richard Cahyadi masih menjabat sebagai Kepala Kesbangpol Sumsel. Untuk memastikan kebenaran informasi itu, Linggau Pos sempat menghubungi nomor handphone Richard Cahyadi. Namun belum ada jawaban pasti.

Berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) No.130/0111/1/2018, berakhirnya masa Jabatan Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau masa jabatan 2013-2018 pada tanggal 24 Februari mendatang.

Maka, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau menggelar rapat paripurna, hal ini sesuai dengan Undang-Undang No.23 Tahun 2014 pasal 79 ayat 1 menjelaskan bahwa pemberhentian kepada daerah diumumkan oleh Pimpinan DPRD dalam rapat paripurna dan diusulkan oleh pimpinan DPRD kepada presiden melalui Menteri untuk gubernur/wakil gubernur serta Menteri melalui Gubernur sebagai wakil Pemerintah pusat untuk Bupati/Wakil Bupati/Walikota/Wakil Walikota untuk mendapatkan penetapan pemberhentian.

“Kita sudah menerima SK dari gubernur, terkait pemberhentian Walikota/Wakil Walikota. Dan Rapat paripurnanya sudah dilaksanakan, nanti gubernur yang akan menetapkan nama-nama Plt Walikota Lubuklinggau,”kata Ketua DPRD Lubuklinggau, H Rodi Wijaya, saat ditemui usai paripurna kepada Linggau Pos, Senin (22/1).

Menurut Rodi sapaan akrabnya, nama-nama Plt tersebut keluar pada tanggal 14 Februari 2018 mendatang.

“Saya sampai sekarang belum tahu siapa Plt Walikotanya, nanti tanggal 14 Februari 2018 baru keluar. Dan Plt Walikotanya nanti akan dilantik di ruang ini (ruang paripurna, red) tanggal 24 Februari 2018 oleh Gubernur Sumsel. Yang jelas yang ditunjuk pejabat eselon II setingkat Provinsi Sumsel,” ungkapnya.

Terpisah, Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe pun memilih tak berkomentar saat ditanya soal Plt Walikota.

“Saya sih terserah pada Pak Gubernur,” jelasnya.

Kata H SN Prana Putra Sohe, Plt Walikota Lubuklinggau tersebut, nantinya akan memimpin Lubuklinggau dalam waktu enam bulan.

“Ya pesan saya, harapannya Plt Walikota ini tetap menindaklanjuti, menjaga serta meningkatkan apa yang ada saat ini. Dan untuk pembangunan saya harapkan bisa dilakukan percepatan dalam melakukan peningkatan. Pencapaian yang kami lakukan saat ini baru 80 %. Tinggal 20 % lagi,” jelasnya.

Walikota juga mengatakan, yang dikejar saat ini adalah program yang belum selesai, khususnya infrastruktur jalan dan drainase.

Walikota memastikan sudah cukup banyak pencapaian yang diraihnya selama menjabat sebagai kepala daerah.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan visi mewujudkan Kota Lubuklinggau sebagai kota jasa, industri dan perdagangan yang unggul untuk menjadi role model masyarakat madani,”ungkap H SN Prana Putra Sohe.

Perwujudan visi Kota Lubuklinggau tersebut telah berhasil apabila dilihat dari capaian indikator makro ekonomi Kota Lubuklinggau seperti indeks pembangunan masyarakat hingga tahun 2016 mencapai 73,57 %.

Kemudian pertumbuhan ekonomi meningkat hingga tahun 2016 mencapai 6,33 %. Bahkan pendapatan per kapita hingga tahun 2016 sebesar Rp 16.356.000.

Begitu juga dengan prestasi, lanjut pria yang akrab disapa Nanan ini mulai dari penghargaan WTP selama lima kali berturut-turut, hingga leadership award kepemimpinan kepala daerah terbaik se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri RI pada tahun 2017 sudah diraih di masa kepemimpinannya.

“Nanti pada 24 Februari masa jabatan kami berakhir, dan saya akan melanjutkan perjuangan saya dalam Pilkada 2018. Banyak yang sudah dilakukan selama ini, semoga Lubuklinggau tetap maju dan berkembang seperti kota-kota lainnya,” imbuhnya.

Pengamat Hukum Sumatera Selatan, DR Febrian mengatakan dalam Pilkada serentak ini tentu saja Gubernur harus menunjuk Plt yang cukup banyak.

“Pilkada ini serentak, secara otomatis, memerlukan Plt-plt yang cukup banyak, namun yang jelas karakteristiknya Plt itu harus menguasai daerah otonom daerah Lubuklinggau,”tegasnya.

Siapa saja bisa menjadi Plt Walikota Lubuklinggau lanjut Febrian, namun pejabat yang dipilih bisa berasar dari asisten, Sekda, staf ahli. Namun, untuk kepala SKPD sedikit riskan.

“Namun yang pastinya Gubernur punya alasan memilih Plt-nya, karena menyangkut dengan loyal atau tidaknya, apalagi ini tahun politik nanti ada pemilihan Gubernur, jadi ada kemungkinan yang dipilih juga yang bisa menyukseskan pemilihan gubernur, tapi itu agak sulit,”tutupnya. (12/05)

Komentar

Rekomendasi Berita