oleh

Ribuan Ikan Mati Keracunan Limbah

MUSIRAWAS – Masyarakat Desa Mandi Aur, Kecamatan Muara Kelingi menyesalkan banyaknya ikan mati di Sungai Kelingi tempat masyarakat Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Hal itu terjadi, diduga akibat adanya perusahaan yang membuang limbah ke sungai.

Hal ini diduga dilakukan PT Selatan Agung Sejahtera (SAS) yang berada di Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Temuan ikan mati di sepanjang bantaran sungai ini disaksikan warga mulai pukul 08.00 WIB, Sabtu (19/1). Saat masyarakat hendak mandi ke sungai, dan melihat banyak ikan mati dan mabuk. Seperti ikan, baung, patin, seluang, tapa dan lainnya.

Setelah itu, masyarakat banyak yang mengambil ikan yang mengambang di sungai tersebut.

M Alam (30) warga Desa Mandi Aur mengatakan, jumlah ikan mati sangat banyak, mencapai ribuan. Kejadian banyak ikan mati ini sudah yang kedua kalinya, dulu pada September 2018, dan penyebabnya oleh keracunan limbah PT SAS juga.

“Ini kedua kalinya dan dugaan kita dari PT SAS yang mengelola buah sawit itu, karena kondisi air bercampur dengan limbah,” kata Alam.

Menurutnya, kejadian seperti ini sangat disayangkan sekali. Karena Sungai Kelingi kembali tercemar, pada hal sungai itu salah satu tempat bagi masyarakat untuk MCK.

“Padahal PT SAS sudah berapa kali dilaporkan, dan sudah berapa kali didemo. Kami harap pihak terkait dapat menyelesaikan masalah ini,” harapnya.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Mura, Bambang Hariadi melalui Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil, Darkum mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi, terkait dampak dan banyaknya ikan mati di Sungai Kelingi.

“Kami masih menunggu informasi yang jelas, karena jika informasi sudah jelas dan sumbernya dari mana baru kita  bisa mengambil tindakan lebih lanjut,” kata Darkum.

Ditambahkan, jika informasi sudah jelas. Maka pihaknya akan turun ke lapangan untuk mengecek informasi tersebut.

Sementara, Manajer PT SAS, Rudi Haryanto saat dikonfirmasi untuk mengetahui kebenaran dampak matinya ikan di Sungai Kelingi itu beberapa kali dihubungi via telepon namun tidak memberikan tanggapan. (dlt)

Berita Terkait : Warga Ancam Demo Perusahaan

Rekomendasi Berita