oleh

Revisi Tata Ruang Berasaskan Kelestarian

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Kabupaten Musi Rawas menyelenggarakan kegiatan konsultasi publik revisi rencana tata ruang wilayah Kabupaten Musi Rawas.

Kegiatan ini dibuka langsung Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum, Amra Muslimin yang dihadiri oleh konsultan, Dinar.

“Kegiatan ini penting dilaksanakan, mengingat tata ruang harus didukung dengan karakteristik sehingga dapat meningkatkan keserasian, keselarasan, serta peraturan-peraturan yang baik,” kata Amra Muslimin, Rabu (15/11).

Menurut Amra sapaan akrabnya, untuk itu dengan berasaskan kelestarian dan keterpaduan, maka sistem tata ruang di Kabupaten Musi Rawas dapat tertata dengan baik.

“Kabupaten Musi Rawas merupakan kabupaten pertama yang melakukan pemecahan dengan Kota Lubuklinggau dan Muratara, dengan demikian wilayah Musi Rawas saat semakin kecil. Maka dari itu, saya harap kepada peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu narasumber dari DPU Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan Kabupaten Musi Rawas, Toha menjelaskan tentang strategi penataan ruang antara lain memantapkan pengembangan WP dan satu pusat KPB dan sentra agropolitan Muara Beliti serta 13 pusat pelayanan kecamatan dalam rangka pemerataan pembangunan wilayah.

Kemudian, lanjut Toha, strategi lainnya yaitu menetapkan pusat pelayanan lingkungan promosi sesuai standar pelayanan minimal. Menata dan mengembangkan sistem jaringan prasarana wilayah yang dapat menjadi pengarah, pembentuk, pengikat, pengandal, dan pendorong pengembangan wilayah.

“Strategi penataan ruang lainnya yaitu memantapkan keterkaitan fungsional antar pusat kegiatan lingkungan dan perdesaan secara sinergis. Dan yang paling penting adalah menghubungkan aksesibilitas ke sistem jaringan jalan tol, jalan arteri primer, dan kolektor primer serta mengintegrasikan pusat kegiatan nasional dan pusat-pusat pertumbuhan,” tutupnya. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita