oleh

Retorika Politik Prabowo Dalam Pidato

JAKARTA – Pidato kebangsaan Prabowo Subianto dengan tema Indonesia Menang ditanggapi dingin politisi asal Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Johnny G Plate karena menurutnya, pidato calon presiden nomor urut dua sangat kontekstual, kurang update dan kurang substansial.

Lanjut dirinya mencontohkan seperti janji politik Prabowo terkait program dana desa sebesar Rp 1 miliar setiap desa, dimana realitanya kebijakan tersebut berjalan di periode Jokowi.

“Pidato Prabowo hanya sebuah retorika politik. Jauh kepada substansi tidak berdasarkan data empirik. Saya kurang tahu, apakah letak kesalahan ada di pak Prabowo atau tim. Tapi saya yakin kalau kesalahan ada di tim, kata John di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

Johnny menjelaskan pemilu April mendatang bukan hanya sebatas kepentingan politik. Tetapi lebih kepada pesta demokrasi rakyat Indonesia. Jadi, jika pidato terlalu politis, akan sulit dicerna oleh masyarakat awam.

“Janganlah terlalu politis tetapi berikan hasil nyata dan akui bahwa ada program yang sudah berjalan di bawah kepemimpinan Pak Jokowi,” tandasnya.

Hal berbeda disampaikan oleh Juru Debat BPN Prabowo Sandi sekaligus juga Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bidang Politik Luar Negeri (Polugri) dan Keamanan Nasional (Kamnas).Arya Sandhiyudhamenyatakan PKS semakin solid dukung Prabowo Sandi karena visi politik luar negeri yang asertif.

“Jadi pidato semalam adalah penegasan prinsip politik luar negeri bebas aktif, warisan doktrin zero enemy Pak SBY, namun juga sekaligus diksi-diksi nya mengurai posisi polugri yang berbasis kedaulatan ekonomi dan seharusnya menjadi ekspresi kepentingan nasional kita paling mendasar,” kata Arya yang merupakan Doktor bidang Hubungan Internasional.

Kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Arya menjelaskan bahwa PKS menilai Pidato Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan angkatan perang, “Tentu kita tau angkatan perang Indonesia disegani di dunia, pidato semalam memberikan penegasan visi rekalibrasi kekuatan tersebut, bukan untuk tujuan menakut-nakuti tetangga, tapi mempertahankan derajat kesetaraan dalam hubungan internasional”, tegas Arya yang juga maju sebagai calon anggota DPR RI dapil Bali.

Prabowo, menurut Arya, dalam pidato nya semalam menyampaikan disebut asertif karena mengaitkan visi penguatan angkatan perang, sekaligus juga swasembada pangan, energi, air, penguatan lembaga pemerintahan, dan angkatan perang. “Jadi terlihat memang upaya mengelola negara bangsa yang modern dengan penguatan institusi dan swasembada sektor-sektor strategis seperti pangan, energi, dan air. Secara otomatis ini pesan konsisten dalam menunjukkan visi wajah diplomasi yang mengangkat marwah di kancah global apabila Pak Prabowo Bang Sandi terpilih,” pungkas Arya.

Sebelumnya, diketahui Prabowo berpidato di depan ribuan pendukunya. Capres nomor urut 02 ini mengatakan, jika saat ini pemerintah kurang memperhatikan rakyat kecil.

Kita harus bangun ekonomi untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi, kata Prabowo dalam pidatonya. Lebih lanjut prabowo juga berorasi, jika dalam kepemimpinannya nanti, peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial akan menjadi salah satu program utama.

Dalam pidatonya, dihadapan para tokoh dan pendukung prabowo menyampaikan visi misi. Probowo juga mengungkapkan sejumlah kekecewaan.

Dalam pidatonya tersebut, di hadapan para tokoh dan banyak pendukung, Prabowo menyampaikan pidato beserta visi dan misi pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno. Prabowo juga mengungkapkan sejumlah kekecewaannya terhadap pemerintahan yang sekarang yang ia anggap bikin masyarakat susah.

Di tempat sama, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mengatakan sudah saatnya Indonesia bangkit. Dirinya mengajak kepada pendukung untuk membangun optimisme. Menangkan rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia harus menang, kata Sandi. (khf/frs/fin)

Rekomendasi Berita