oleh

Residivis Narkoba Dituntut 15 Tahun Penjara

LINGGAU POS ONLINE– Pengedar Narkoba Heriyanto (44) dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmawati SH di Pengadilan Negeri (PN) Lubukinggau, Rabu siang (25/9). JPU menyatakan Warga Dusun VI, Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) itu bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.
Menyimak tuntutan itu, Heriyanto hanya bisa tertunduk lesu di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Syahreza Papelma SH di didampingi Anggota Hakim Tatap Situngkir SH dan Dian Triastuty SH dengan Panitera Pengganti (PP) Sofwan SH
“Terdakwa dituntut 15 tahun penjara dan terhitung dengan masa tahanannya, dengan denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan,” tegas JPU Rahmawati saat perisdangan.
Hal yang memberatkan, bahwa terdakwa telah melanggar program pemerintah dalam pemusnahan narkoba, dan dirinya juga pernah dihukum dalam kasus yang sama.
JPU Rahmawati mengungkapkan, terdakwa belum lama keluar dari Lapas. Lalu ini terjerat kasus narkoba lagi.
Ketua Majelis Hakim Syahreza menyatakan, untuk vonis, Majelis Hakim membutuhkan waktu satu minggu. Rabu (2/10) Heriyanto akan kembali disidang dengan agenda vonis.
Sekedar mengulas, kasus narkoba menjerat terdakwa berawal dari Kamis 4 Juli 2019 sekitar pukul 17.30 WIB masyarakat memberikan informasi pada Polisi bahwa Heriyanto sering bertransaksi jual beli Narkoba di Desa IV, Kelurahan Lawang Agung.
Lalu Kasat Res Narkoba Polres Mura AKP Haerudin menurunkan personil untuk melakukan penangkapan terhadap terdakwa.
Sesampai di lokasi, petugas melihat tersangka di halaman rumahnya, kemudian petugas langsung melakukan penangkapan.
Saat dilakukan penggeledahan, di saku kiri kaos warna hitam terdakwa ada sebuah kantong plastik warna hitam berisi dua bungkus plastik klip yang di dalamnya ada kristal putih diduga narkotika jenis sabu 21.14 gram.
Petugas langsung mengamankan terdakwa ke Polres Musi Rawas bersama dengan seluruh barang bukti.
Dari hasil pemeriksaan, sabu itu dibeli terdakwa dari Dit yang berdomisili di Pasar Sorolangun seharga Rp 7 juta, dan baru dibayar oleh terdakwa Rp 5 juta. Terdakwa berniat untuk menjualnya lagi.

Laporan Gery Cipta Sebangun

Rekomendasi Berita