oleh

Reog Ponorogo Warnai Kunker Kapolres Mura

LINGGAU POS ONLINE, TUGUMULYO – Seni tradisional Reog Ponorogo tetap di hati masyarakat. Terbukti dengan ditanggapnya Reog Ponorogo Barata Agung dan Reog Suro Kabul pada acara Kunjungan Kerja (Kunker) Kapolres Musi Rawas (Mura), AKBP Bayu Dewantoro, Rabu (24/1) ke Mapolsek Tugumulyo.

Dan, saat Kunker itu Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro dan istri disambut dan diarak pemain Reog Ponorogo Barata Agung dan Reog Suroh Kabul. Reog yang mewarnai Kunker ini disaksikan Kapolsek Tugumulyo, AKP Dedi Purma Jaya, Camat Tugumulyo, Sugiyatno, perwakilan Koramil Tugumulyo, anggota Mapolsek, dan warga sekitar.

Pembina Reog Ponorogo Kabupaten Musi Rawas, Dwi Handoko mengaku sangat mengapresiasi perhatian masyarakat dengan ingin melihat kesenian tradisional.

“Saya selaku pembina sangat tersentuh dengan keinginan Kapolres Musi Rawas untuk menghadirkan langsung kesenian Ponorogo. Ini salah satu kepedulian ikut melestarikan Reog Ponorogo,” kata Dwi Handoko, kemarin.

Anggota Legislatif dari PKS ini berharap dengan sering melakukan kegiatan seremonial seperti ini dengan melibatkan Reog Ponorogo, maka kesenian ini bangkit kembali.

“Saya sangat berharap kalau kesenian ini dapat berkembang, karena Reog Ponorogo merupakan warisan nenek moyang kita dari dulu. Apalagi pemerintah daerah sangat mendukung kesenian seperti ini,” ucap Dwi Andoko mengaku ketertarikannya melestarikan Reog Ponorogo, karena selaku wakil rakyat harus mempunyai rasa kepedulian terhadap seni tradisional, agar tidak punah.

Sekedar diketahui jumlah personil Reog Ponorogo menurut Dwi Andoko, dalam satu grup ada 30 orang.

“Kesenian ini memang perlu kekompakan dan keahlian yang mendalam, tidak sembarang orang dapat menjadi anggota kesenian Reog Ponorogo,” tandas Dwi Andoko.(19)

Komentar

Rekomendasi Berita