oleh

Rentan Lahirkan Anak Cacat

LUBUKLINGGAU – Risiko nikah muda bagi perempuan sangat tinggi. Apalagi risiko kehamilan, bisa mengancam ibu dan bayi. Peringatan ini disampaikan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Lubuklinggau, Nurmalina, Jumat (18/1).

“Jadi tidak hanya merusak masa depan remaja yang bersangkutan, tetapi juga sangat berbahaya untuk kesehatannya,” kata Nurmalina.

Menurut Nurmalina, emosional perempuan atau ibu belum stabil akibatnya ibu mudah tegang. Saat melahirkan bayi prematur, bahkan kecacatan.

Ditambahkan Nurmalina, perempuan yang belum dewasa memiliki organ reproduksinya belum kuat untuk berhubungan intim dan melahirkan. Sehingga gadis di bawah umur memiliki risiko empat kali lipat alami luka serius dan meninggal akibat melahirkan.

“Seperti tekanan darah tinggi sampai kejang mengakibatkan kematian, cacat fisik, kanker servik, anemia dan risiko lainnya,” jelas Nurmalina.

Menurut Nurmalina, usia pernikahan untuk wanita idealnya minimal 21 tahun dan laki -laki berumur 25 tahun. Bidan memiliki peran penting menekan maraknya pernikahan dini. Salah satu caranya dengan memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang dampak negatif pernikahan dini, serta memberikan penjelasan tentang organ reproduksi wanita yang belum siap untuk mengandung.

Selain itu bidan juga dapat memberikan saran kepada pasangan muda yang sudah terlanjur menikah dengan memberikan pengetahuan pentingnya menggunakan alat reproduksi ketika sedang berhubungan suami istri. Alat kontrasepsi ini digunakan untuk menunda kehamilan hingga organ reproduksi wanita siap mengandung.

Bidan juga dapat memberikan penyuluhan di sekolah-sekolah yang bertujuan agar remaja dapat mengerti tentang baik buruk pernikahan dini, sehingga remaja-remaja tersebut memiliki gambaran akan bagaimana nanti kedepannya, mencegah remaja lebih baik dari pada mereka melakukan pernikahan lulus SMA/ bahkan lulus SMP.

“Penyuluhannya direncanakan satu tim dokter SpOG, bidan dan TP. PKK sekitar Maret 2019 mendatang kami masih koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap Nurmalina.

Sementara Ustadz Rozali yang merupakan Penyuluh Agama Lubuklinggau Selatan II mengatakan dalam Agama Islam nikah muda sah-sah saja. Syaratnya asal wanita sudah haid dan laki-lakinya keluar mani.

Jadi, terang Ustadz Rozali, daripada berzina karena zina hukumnya haram dosanya seumur 70 tahun sedangkan umur Nabi Muhammad batasnya 60 tahun.

Tetapi, jelas Ustadz Rozali, sekarang harus berdasarkan hukum di Indonesia harus sudah memiliki KTP atau umur 17 tahun.

Karena bahayanya kalau nikah masih terlalu muda psikologi wanita dan laki-laki itu belum stabil. Jadi rentan perceraian/perselisihan dalam rumah tangga. (nia/adi)

Rekomendasi Berita