oleh

Rencanakan MoU dengan Putera Sampoerna Foundation

Nanan : Tingkatkan SDM, Kualitas Pendidikan dan Network

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Lubuklinggau dibawah kepemimpinan H SN Prana Putera Sohe dan H Sulaiman Kohar, terus lakukan inovasi. Kali ini, bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kualitas mutu pendidikan di Kota Lubuklinggau.

Menindaklanjuti hal ini, Senin (1/10), Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani, Kepala Disdikbud H Tamri, Kepala Diskominfo Erwin Armeidi serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya melakukan pertemuan dengan pihak Putera Sampoerna Foundation, yang dihadiri Head of Corporate Affairs and Partner Relation Putera Sampoerna Foundation, Indra Pratama Kusumah beserta rombongan, di Op Room Dayang Torek Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Senin (1/10).

Dalam pertemuan tersebut, Nanan sapaan akrabnya ini usai pertemuan mengatakan saat pertemuan tadi pihaknya memaparkan mengenai kondisi bidang pendidikan di Kota Lubuklinggau kepada pihak Putera Sampoerna Foundation. Pertemuan ini juga diakui Nanan, untuk menyamakan persepsi antara Pemkot Lubuklinggau dan pihak Putera Sampoerna Foundation.

“Pastinya, pertemuan kita kali ini untuk membicarakan mengenai Memorandum of Understanding (MoU). Tujuannya, pertama untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), lalu meningkatkan kualitas pendidikan dari sisi ilmu pengetahuan dan dari sisi karakter siswa serta ketiga, untuk pengembangan network atau jaringan,” jelas Nanan.

Pemkot tentunya berharap ketiga prioritas ini bisa didapat, setelah melakukan MoU dengan Institusi Bisnis Sosial pertama di Indonesia yang memiliki visi untuk mencetak calon-calon pemimpin masa depan dan wirausahawan Indonesia ini. Apalagi MoU ini sudah dilakukan sebelumnya, di Muba dan Palembang.

“Apalagi harapan kita ini, sesuai dengan dua skala prioritas kita yakni peningkatan SDM dan jasa. Dan ini mendukung program selama ini, di mana Lubuklinggau menjadi kota tujuan pendidikan. Kedepan kita berharap akan kita kembangkan menjadi daya saing di sektor jasa melalui bidang pendidikan yang nantinya berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Head of Corporate Affairs and Partner Relation Putera Sampoerna Foundation, Indra Pratama Kusumah menjelaskan tiga hari kedepan pihaknya akan melakukan survei, dan hasilnya akan didiskusikan kembali. Karena memang pada tahap awal dijelaskan Indra, yakni tahap menganalisa.

“Intinya kita diundang, dengan pengalaman yang kita punya apa yang bisa kita kembangkan di Kota Lubuklinggau. Selain itu kita juga melihat ada potensi besar di sini, sehingga bisa kita laksanakan MoU,” jelas Indra.

Senada disampaikan Juliana, program development manager yang mengakui mengawali tahap awal dengan menganalisa apa yang menjadi kebutuhan di Kota Lubuklinggau. Karena mereka memiliki prinsip, setiap daerah yang akan melaksanakan MoU dengan mereka, memiliki kebutuhan yang berbeda.

“Kita analisa mana sekolah khususnya untuk tingkat SMP, yang bisa dijadikan sekolah model. Di sini sistem yang akan kita benahi. Kita akan melakukan pendampingan dan pembinaan selama tiga tahun. Baik sistem manajemennya, guru maupun siswanya hingga ke minat dan bakat siswanya. Makanya kita analisa dulu selama tiga hari kedepan, lalu hasilnya akan kita diskusikan kembali dengan pihak pemerintah, khususnya pihak Disdikbud,” jelas Juliana. (rfm)

Rekomendasi Berita