oleh

Rencana Awal Kantor Linggau Pos, Malah jadi Hotel

Oleh Solihin

Setelah pembayaran tanah dan proses balik nama sertifikat tanah atas nama H Suparno Wonokromo (Bos Parno) untuk Kantor Linggau Pos selesai, maka rencana pembangunan dimulai. Diawali dengan pembuatan desain (gambar) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) gedung yang akan dibangun.

Untuk pembuatan desain (gambar) dan RAB pembangunan, Bos Parno menugaskan Muwarni, Kabag Keuangan Sumatera Ekspres.

Muwarni mau menunjuk (membayar) siapa mengenai pembuatan desain (gambar) dan RAB, itu tanggung jawabnya. Ternyata Muwarni mempercayakan Hendri Susilo, yang memang Sarjana Teknik Sipil, sekaligus pengawas pelaksanaan pembangunan. Saya tahu informasi ini setelah Handri Susilo ke Lubuklinggau.

Desain dan RAB selesai dibuat. Lalu desain ini jadi salah satu syarat pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Tidak sulit untuk mendapat persetujuan dukungan warga sekitar bangunan, termasuk perangkat Kelurahan Taba Jemekeh.

Ternyata Wali Kota Lubuklinggau H Riduan Effendi sangat mendukung rencana pembangunan gedung kantor dan percetakan Linggau Pos ini. Sebab menurut Wali Kota Riduan Effendi, salah satu ciri majunya suatu kota, adanya kantor media massa yang representatif.

Setelah pengurusan IMB selesai, Maret 2003 pembangunan Kantor Linggau Pos dimulai. Semua pekerja (tukang) didatangkan dari Bengkulu, karena para pekerja ini memang sudah berpengalaman melaksanakan pembangunan untuk gedung kantor koran. Bahkan, hampir semua gedung kantor koran group Jawa Pos mereka yang mengerjakan.

Sebelum para tukang ini ke Lubuklinggau, mereka baru saja menyelesaikan pembangunan Gedung Graha Pena Rakyat Bengkulu.

Pekerja berjumlah 40 orang ini diboyong dengan bus khusus diantar ke Lubuklinggau oleh Pak Katno (sekarang GM Koran Bengkulu Ekspres dan GM Bengkulu Ekspres Televisi). Pukul 10.00 WIB rombongan ini tiba di lokasi bangunan.

Setiba di Lubuklinggau, mereka langsung membuat dua bangunan dari papan kelas tiga (racuk), untuk tempat istirahat (tinggal) sekaligus gudang untuk bahan bangunan, seperti semen, besi dan bahan bangunan lainnya.

Dua bangunan tadi terletak di bagian depan gedung yang akan dibangun. Keesokan harinya, sekira pukul 07.30 WIB, semua pekerja mulai beraktivitas. Ada yang memasang kayu pancang untuk posisi pondasi dan tiang bangunan. Ada yang langsung menggali tanah untuk pondasi bangunan, sebagian lagi ada yang membuat papan cor kolom untuk pengecoran pondasi dan tiang.

Berjalan satu bulan pelaksanaan pembangunan, Bos Parno dari Bengkulu ke Lubuklinggau. Kalau biasanya dia langsung ke Kantor Linggau Pos, kali ini tidak. Bos Parno langsung ke lokasi pembangunan bakal Gedung Linggau Pos, di Kelurahan Taba Jemekeh.

Dalam jangka sebulan, tukang sudah menyelesaikan pengecoran lantai 2, dan sudah mempersiapkan pengecoran tiang untuk lantai 3.

Setelah melihat kondisi bangunan, Bos Parno mengajak ke Kantor Linggau Pos. Setelah bertemu dengan kawan-kawan di bagian keuangan, iklan, koran dan redaksi, dia istirahat di hotel.

Keesokan harinya, lebih kurang pukul 09.00 WIB, Bos Parno mengajak saya ke kantor BNI Cabang Lubuklinggau. Memang ada keperluan Bos Parno ke BNI, terkait pelaksanaan pembangunan gedung Kantor Linggau Pos tadi.

Sampai di kantor BNI Lubuklinggau, Jalan Yos Sudarso No.288 Kelurahan Jawa Kanan SS Kecamatan Lubuklinggau Timur, berseberangan Mapolres Kota Lubuklinggau, Bos Parno dan saya diterima Pimpinan BNI Cabang Lubuklinggau, Entang Kosasi, dan kami langsung diajak ke ruang kerjanya di lantai 2.

Saat berbincang-bincang di ruang kerja Pimpinan BNI Lubuklinggau inilah, muncul ide, gedung yang sedang dibangun untuk Kantor Linggau Pos tersebut digabung dengan hotel.

Bos Parno tertarik dengan pembicaraan Pak Entang, bahwa peluang bisnis hotel di Lubuklinggau sangat bagus. Alasannya memang masuk akal, sebab jumlah hotel masih sedikit, pengguna jasa hotel sangat tinggi, terlebih terbentuknya Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.

Keluar dari Kantor BNI Lubuklinggau, Bos Parno menyampaikan idenya kepada saya, bahwa gedung itu akan dijadikan Kantor Linggau Pos dan hotel. Untuk Kantor Linggau Pos di lantai 1 (dasar), sedangkan hotel di lantai 2 dan 3. Setelah itu Bos Parno berangkat ke Palembang.

Pembangunan terus dilaksanakan, sementara kawan-kawan di Linggau tambah semangat. Terlebih adanya pemilihan Bupati Mura, dengan empat pasang calon, yakni Alm Ir Sudirman Masuli berpasangan dengan Alm H Burlian (suami Suwarti, Wakil Bupati Mura, sekarang). Kemudian H Akisropi Ayub berpasangan dengan H Syamsuar Bakrie, H Ridwan Mukti berpasangan dengan Hj Ratna Ibnu Amin dan H Syarif Hidayat berpasangan dengan H Sumarno.

Untuk mendapat simpati masyarakat, para pasangan calon kepala daerah menyosialisasikan diri melalui media massa cetak. Sehingga setiap hari Linggau Pos memuat tulisan tentang profil dan iklan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah.

Sehingga setiap hari pula Linggau Pos mendapat orderan koran untuk dibagikan ke masyarakat secara gratis.

Saya lupa hari dan tanggalnya, tapi April 2003, Bos Parno ke Lubuklinggau. Sampai di Lubuklinggau dia langsung ke bangunan.

“Dek Sholikin, aku diomongi Pak Dahlan (Dahlan Iskan) soal penggunaan gedung ini nanti. Menurut Pak Dahlan, kalau gedung itu lantai dasarnya jadi kantor koran, di atasnya hotel, siapa mau nginap (nyewa kamar) hotel itu? Orang takut. Kalau mau kantor, ya kantor koran saja. Kalau digunakan untuk hotel, ya hotel saja,” jelas Bos Parno, mengulangi perkataan Pak Dahlan kepada saya.

Saya langsung bertanya dengan Bos Parno.

“Jadi gimana Pak?” tanya saya.

Bos Parno, langsung mengambil kesimpulan.

“Gini Dek. Artinya kalau gadung ini digunakan untuk Kantor Linggau Pos, Pak Dahlan tidak marah. Sebaliknya, kalau kita jadikan hotel Bos Dahlan juga tidak marah. Menurut saya gedung ini kita jadikan hotel saja. Untuk Kantor Linggau Pos kita bangun lagi gedung baru, tapi tidak sebesar gedung ini (gedung yang sedang dibangun),” jelas Bos Parno.

Sambil berjalan ke bagian depan bangunan, Bos Parno menyuruh saya mencari tanah (lokasi) baru, untuk pembangunan Gedung Kantor Linggau Pos.

Sebagaimana sebelumnya, Bos Parno tetap meminta lokasi untuk Kantor Linggau Pos ini tetap di Jalan Yos Sudarso, dari simpang RCA hingga Kelurahan Taba Pingin (Simpang Lapangan Terbang Silampari).

Tidak memakan waktu terlalu lama, lokasi (tanah) untuk pembangunan Kantor Linggau Pos sudah ada.

Setelah semua izin untuk pelaksanaan pembangunan selesai, Juni 2003 pelaksanaan pembangunan gedung kantor Linggau Pos dan percetakan (tempat mesin cetak koran) dimulai. Gedung yang dibangun ini di Kelurahan Batu Urip Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, di samping SDN 42 Lubuklinggau.

Berbeda dengan pembangunan gedung pertama, gedung kedua ini semua pekerja (tukang) yang mengerjakan, justru dari Lubuklinggau. (bersambung)

Rekomendasi Berita