oleh

Rekrut Masyarakat Sekitar, Siapkan Jaminan Asuransi

Operator Arung Jeram Selamatkan Urat Nadi Lubuklinggau

Siapa sangka, olahraga arung jeram jadi salah satu prospek menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata Lubuklinggau saat ini. Bahkan, sejak tahun 1999 hal itu pernah terlintas dalam angan seorang Dono, Penggagas Ayo Kelingi Rafting.

Laporan Sulis, Lubuklinggau

TINGGAL di bantaran sungai, tepatnya Kelurahan Tapak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II membuat masa kecil hingga remaja Dono kerap menghabiskan waktu dengan bermain di tepian Sungai Kelingi.

Tahun 1999, Dono memberanikan diri aktif di pendidikan arung jeram Sukabumi. Dan mengambil divisi arung jeram.

“Saat itu yang terlintas dalam benak saya, sungai ini menyimpan potensi. Dan saya harus mempersiapkan diri untuk bisa mengangkat potensi itu di masyarakat. Saat itu saya belum punya dana untuk start membuka rafting. Tapi sudah ada mimpi saya untuk ke sana,” terang ayah dua anak itu.

Baru pada tahun 2014, Dono mulai merintis Ayo Kelingi Rafting. Start dari Watas hingga ke Tapak Lebar dengan jarak berkisar 10 kilo meter.

“2014 memang sudah buka. Tapi legalitas resmi buka jadi operator resmi, dilengkapi badan usaha baru pada tahun 2015,” jelasnya.

Pelan namun pasti, Dono mencoba untuk menggaungkan indahnya Sungai Kelingi. Lebih menarik lagi, ketika menikmatinya sembari rafting.

“Saya tidak menyangka, sekarang sampai 70 orang lebih pengunjung per bulannya. Sampai kami punya sembilan guide dan tujuh perahu,” imbuhnya.

Sembilan guide tadi, lanjut Dono, ada yang basisnya pegiat alam bebas, dan ada pula pecinta alam. Tak hanya itu, ia juga merekrut warga kelurahan setempat yang sudah memahami medan dan kerap main di Sungai Kelingi.

Menurut Dono, sebagian besar pengunjung yang ingin menikmati rafting, karena ingin merasakan keasrian Sungai Kelingi juga panorama alam yang sedap dipandang. Bukan hanya itu, ada 18 jeram di Sungai Kelingi dengan jarak tempuh 2 jam.

“Banyak pengunjung yang bilang tertarik dengan keasrian alam dan bebersihan sungainya. Jadi airnya masih jernih dibanding dengan daerah-daerah lain. Kalau sampai di Kelurahan Tapak Lebar sungai masih jauh dari sampah,” terangnya.

Promosi Kelingi Rafting jadi aktivitas menyenangkan bagi Dono. Bahkan, Kelingi Rafting juga sudah tersohor di kalangan penyuka arung jeram di Sumsel.

“Kami saling komunikasi. Ternyata Kelingi Rafting trending di Jawa. Jadi di mata mereka, kita sudah dikenal. Sebenarnya, membuka bisnis ini bukan semata profit yang kami utamakan. Namun sebagai bukti bakti kami untuk menjaga lingkungan Sungai Kelingi, sebagai urat nadi Lubuklinggau,” terangnya.

Karena di sela-sela sedang tidak ada tamu (layanan profit,red), tim Kelingi Rafting kerap melakukan aksi arung jeram sendiri.

“Biasanya saat air pasang kami main sesama guide. Tapi bukan untuk profit. Namun kami membantu menginventarisir seberapa kerusakan-kerusakan sungai akibat banjir bandang itu. Jadi ada juga momen begini,” imbuhnya.

Ia yakin, ketika masyarakat sadar dan benar dalam memperlakukan sungai, maka sungai bisa bermanfaat ke depan. Dan sebaliknya, ketika kita tidak bisa memperlakukan alam dengan baik. Alam akan memberikan dampak buruknya bagi manusia itu sendiri.

Lalu bagaimana dengan layanan terhadap tamu?

Dono memastikan, baik tamu maupun guide semuanya mengikuti proses persiapan sampai actions jeram sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Mengenai kondisi alam yang bagus untuk arung jeram pria kelahiran 1977 itu menyebutkan, khusus untuk menjamu tamu yang sifatnya profit, ia memastikan tamu harus nyaman dan aman selama proses persiapan sampai finish arung jeram.

“Jadi kami tidak mau ambil risiko. Ketika kondisi debit air stabil tinggi muka air 70-110 cm dari permukaan dasar sungai. Itu layak main. Kalau lebih dari itu, kalau sifatnya itu profit. Kami tidak berani lakukan,” imbuhnya.

Di akhir perbincangan, Dono menuturkan arung jeram ini filosofinya kebersamaan.

“Jadi selama kita kompak, sesulit apapun masalah yang dihadapi, dengan modal kebersamaan pasti bisa terlewati dengan baik,” imbuhnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita