oleh

Rekanan Di-deadline Sebelum Lebaran

Khusus Jalan Lingkar Selatan

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Jalan Lingkar Selatan menjadi salah satu jalan peralihan arus mudik, khususnya pemudik dari Provinsi Bengkulu menuju Palembang. Itu artinya, pemudik tidak boleh melewati jalan dalam kota.

Tujuannya, agar tidak terjadi kemacetan di beberapa titik jalan dalam kota. Namun, saat ini jalan tersebut masih dalam proses peningkatan dan pelebaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Lubuklinggau, H Nobel Nawawi kepada wartawan, Jumat (18/5) mengatakan peningkatan dan pelebaran Jalan Lingkar Selatan merupakan salah satu proyek terbesar di DPUTR Kota Lubuklinggau untuk tahun 2018. Dengan pagu anggaran lebih kurang Rp 10 miliar.

Pengerjaan sudah dilakukan sejak satu bulan terakhir, Nobel Nawawi meminta H-7 pengerjaan proyek tersebut sudah selesai.

“Minimal sudah bisa dilalui mobil untuk mudik,” ungkap Nobel Nawawi.

Diakui Nobel Nawawi, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau sudah memanfaatkan Jalan Lingkar Selatan untuk pengalihan kendaraan bertonase berat. Namun, masih belum optimal karena ada beberapa titik yang rusak dan kurang lebar.

“Kemarin truk juga dialihkan ke Lingkar Selatan, tapi masih belum berjalan maksimal alasan sopir karena jalan rusak dan sempit. Tahun ini kita perbaiki, kita lebari jadi tidak ada alasan lagi untuk mereka (sopir truk,red) tidak melewati Jalan Lingkar Selatan,” tegas Nobel Nawawi.

Selain Jalan Lingkar Selatan, Jalan Lingkar Utara juga telah diperbaiki guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemudik yang melewati Kota Lubuklinggau. Wacananya Jalan Lingkar Utara ini untuk peralihan mudik dari Kota Palembang menuju Padang, atau Jambi.

Sementara itu, Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani mengaku seperti tahun sebelumnya menyambut Idul Fitri Pemkot Lubuklinggau akan membuat rest area. Dilengkapi beberapa sarana dan prasarana yang dibutuhkan para pemudik.

“Saat ini sudah dikonsep Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau, untuk lokasi kita rapatkan lagi. Sarana dan prasarana pasti jauh lebih lengkap, mulai dari tempat sholat, tempat istirahat, WC, dan lainnya,” ungkap Rahman Sani.(07)

Rekomendasi Berita