oleh

Registrasi Ulang Pengguna SIM Card Bukan Hoax

Data Pelanggan Dijamin Aman

Adanya isu yang beredar registrasi ulang pelanggan jasa telekomunikasi hoax atau penipuan ditanggapi pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Laporan Aspin Dodi, Muratara

KEPALA Diskominfo Muratara, Al Azhar, registrasi ulang pelanggan jasa telekomunikasi bukan suatu kebohongan ataupun penipuan.

Pasalnya, registrasi ulang pelanggan jasa telekomunikasi tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi (Permenkominfo) No. 21 Tahun 2017 tentang perubahan kedua atas Permenkominfo No. 12 Tahun 2016 tentang registrasi pelanggan jasa telekomunikasi serta surat Dirjen penyelenggaraan pos dan informatika perihal registrasi kartu pelanggan telekomunikasi seluler.

“Surat ini ditujukan kepada seluruh Kominfo Provinsi, Kota kabupaten se-Indonesia. Artinya registrasi itu jelas dan bukan suatu penipuan ataupun hoax,” ungkap Al Azhar kepada wartawan koran ini, Selasa (14/11).

Menurut dia, banyak manfaat dengan dilakukannya registrasi kartu pelanggan tersebut seperti melindungi masyarakat dari penipuan dan tindak kejahatan. Disamping untuk mendukung transaksi online pada seluruh sektor termasuk ekonomi digital.

“Untuk itu diimbau kepada seluruh masyarakat bahwa registrasi kartu seluler adalah benar dan bukan suatu penipuan, sehingga apa yang menjadi aturan untuk dapat ditaati,” jelas dia.

Menurut dia, registrasi dimaksud telah dilakukan terhitung sejak 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Ketika sudah meregistrasi seluruh operator atau gerai sebagai mitra, menjamin pelindungan data pelanggan sesuai ISO 27001.

“Semua data pelanggan yang lama akan diganti dengan identitas baru atau data yang diregistrasi ulang. Jika tidak melakukan registrasi ulang maka akan dikenakan sanksi,” ucap dia.

Dalam pemberian sanksi menurut dia ada beberapa tahapan sanksi, pertama pemblokiran layanan panggilan keluar, dan layanan pesan singkat keluar. Namun jika tetap tidak melakukan registrasi ulang paling lambat 30 hari kalender terhitung sejak pemberitahuan pelaksanaan registrasi ulang.

Maka pemblokiran layanan panggilan masuk, dan layanan pesan masuk. jika masih tidak melakukan registrasi ulang paling lambat 15 hari kalender terhitung sejak pemblokiran layanan pertama akan dilakukan pemblokiran layanan data internet. registrasi ulang paling lambat 15 hari kalender terhitung sejak pemblokiran pada tahap kedua.

Cara registrasi bagi pengguna kartu baru Indosat, Smartfren, Tri caranya: NIK#Nomor KK*, kartu XL Axiata yakni Daftar#NIK#nomor KK dan kartu Telkomsel, Reg (spasi) NIK# nomor KK#

Sementara untuk kartu lama, untuk Indosat, Smartfren,Tri caranya, ULANG#NIK#nomor KK#, XL Axiata ketik ULANG#NIK#nomor KK dan kartu
Telkomsel yakni ULANG (Spasi) NIK#nomor KK#.

“Bagi pelanggan yang terkena pemblokiran layanan tadi tetap dapat menggunakan jasa layanan telekomunikasi namun hanya sebatas registrasi. Saya mengajak kepada masyarakat untuk dapat segera melakukan pendaftaran atau registrasi ulang tersebut,” himbaunya.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita