oleh

Realisasi Pajak Kendaraan Baru 24,22 Persen

Pemkot Belum Terima Bagi Hasil

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Realisasi pajak kendaraan hingga saat ini baru 24,22 %, atau Rp 13.850.591.000 dari target Rp 57 miliar. Jumlah ini turun dibandingkan tahun sebelumnya hanya Rp 13.450.000.000 dengan target Rp 56 miliar.

“Tahun sebelumnya Rp 13 miliar dari target Rp 56 miliar, kalau tahun ini targetnya naik dengan pencapaian triwulan pertama juga naik,” kata Bagian TU UPT Bagian Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel wilayah Kota Lubuklinggau, Tahrir kepada wartawan, Kamis (5/4).

Ditambahkan Tahrir, baik yang sudah atau belum membayar pajak kendaraan didominasi motor. Begitu juga dengan wajib pajak baru, selama tahun 2018 ini sudah ada 350 wajib pajak baru.

“Lubuklinggau masih banyak motor, baik yang sudah atau belum bahkan yang baru sebagian besar motor. Dari 350 wajib pajak baru itu 90 % motor,” ungkap Tahrir.

Menurut Tahrir, ada beberapa penyebab wajib pajak telat membayar kewajiban. Diantaranya, harga komoditi yang turun sementara harga sembako terus naik. Biasa mendekati akhir tahun wajib pajak baru akan membayar kewajibannya.

“Intinya kesadaran dari wajib pajak itu yang masih minim, mereka juga kerap menunggu adanya program pemutihan yang belum tentu setiap tahun diadakan,” cetus Tahrir.

Untuk mencapai target yang ditetapkan Samsat Kota Lubuklinggau sudah berupaya meningkatkan pelayanan. Seperti mengaktifkan mobil layanan keliling, memberikan kenyamanan wajib pajak dengan menerapkan nomor antre secara komputerisasi.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Lubuklinggau, Imam Senen mengaku sebenarnya Pemprov Sumsel mengirim dana bagi hasil terkait pembayaran pajak kendaraan bermotor. Namun untuk bagi hasil tahun 2017 masih belum di transfer.

“Ada dana bagi hasil dari pajak kendaraan, tapi untuk tahun lalu kita masih belum di transfer,” ucap Imam Senen.(07)

Rekomendasi Berita