oleh

Razia, BNN Temukan Plastik Bekas Sabu

Ponsel, Charger dan Headset Dimusnahkan

MUSI RAWAS – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Lubuklinggau melakukan razia bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Musi Rawas (Mura) dan Polres Mura, Senin (17/12).

Hanya saja, razia gabungan tersebut diduga bocor. Pasalnya tim gabungan tidak menemukan barang-barang mencurigakan seperti handphone dan lainnya.

Tetapi petugas menemukan dua bal klip bekas sabu yang diduga pemilik penghuni Lapas tersebut.

Inspeksi Mendadak (Sidak), kemarin, juga berkaitan dengan kegiatan siaga aktualisasi tertib pemasyarakatan bertajuk Musi Bergerak 2018.

Sementara itu, selama 2018 ini, petugas Lapas Narkotika berhasil mengamankan 633 barang sitaan dari hasil razia.

Kalapas Narkotika Kelas II A Lubuklinggau, Suyatna menjelaskan dari 633 sitaan itu, terdiri dari 440 ponsel, 45 charger handphone, 47 headset.

Sidak tersebut dijelaskannya merupakan kegiatan rutin. Namun, Sidak dengan melibatkan BNN dan kepolisian baru pertama kali ini dilakukan.

Kedepan, giat tersebut akan dijadikan agenda rutin guna memerangi maraknya peredaran narkoba dalam Lapas. Terutama yang berkaitan erat atas informasi peredaran jaringan dari dalam Lapas.

Menurutnya, sebagai komitmen bersama dalam hal memerangi narkoba. Pihaknya bersama, BNN dan Kepolisian sudah tergabung dalam Satgas Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kita tidak ada toleransi lagi jika masalah narkoba, yang terdapat di dalam Lapas,” ucapnya.

Pihaknya sudah berupaya melakukan razia insidentil (waktu tertentu) untuk mengurangi peredaran barang terlarang di Lapas. Razia juga di lakukan selama tiga kali dalam satu minggu.

Terpisah Kepala BNN Mura, Hendra Amoer mengatakan Sidak itu penting sekali dilakukan karena selama ini banyak faktanya napi yang tertangkap dikendalikan narkoba dari dalam Lapas.

“Kegiatan ini sangat positif, suka tidak suka, mau tidak mau, ada dugaan narkoba dikendalikan dari Lapas,” kata Hendra Amoer.

Menurut Hendra Amoer, Sidak ini hendaknya rutin dilakukan harus keterbukaan dan sinergitas sangat diharapkan.

“Mari kita perangi narkoba bersama-sama, jangan ada yang selingkuh dengan narkoba. Di mana pun beradahnya harus dituntaskan,” tegas pria ini.

Sementara itu, Lapas Klas IIA Lubuklinggau, kemarin memusnahkan 175 unit ponsel, 258 kabel charger ponsel dan 95 unit powerbank, 197 unit headset dan 23 terminal kabel.

Kepala Lapas Kelas IIA Lubuklinggau Imam Purwanto mengatakan. Barang bukti pemusnahan tersebut hasil dari razia yang dilakukan dari 18 Agustus 2017 hinga April 2018, bahkan sebagian juga telah dimusnahkan sebelumnya.

“Di Lapas Kelas IIA ini dilakukan tiap hari razia, kedepan kita sudah bersepakat juga dengan warga binaan. Barang siapa dirazia kedapatan memiliki ponsel tidak akan mendapatkan remisi,” kata Imam Purwanto.

Pemusnahan dilakukan dalam rangkaian Apel Siaga Musi Bergerak dalam rangka persiapan di 2019 agar tidak ada lagi permasalahan-permasalahan yang terjadi.

Apel siaga ini dilakukan serentak di Sumatera Selatan (Sumsel) yang merupakan perintah langsung dari Kakanwil Sumsel Sudirman D Hurry.

Dalam isi perintahnya, Imam Purwanto menjelaskan agar tidak ada lagi permasalahan narkoba, keterlibatan petugas dan percobaan pelarian serta penghapusan dugaan adanya pungutan liar.

Tak hanya itu, Sudirman D Hurry menegaskan tentang larangan tindak kekerasan terhadap warga binaan dan penggunaan ponsel.

“Sebenarnya ponsel ini salah satu sumber masalah dari tiap masalah, contoh saja, warga binaan melakukan peredaran narkoba dengan menggunakan ponsel,” kata Imam Purwanto.(cw1/dlt)

Rekomendasi Berita