oleh

Rawan Ikan Mati Mendadak

5-10 Ekor Perhari

LINGGAU POS ONLINE, TANAH PERIUK – Peternak ikan di Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura) cemas, budidaya ikan mereka rawan mati mendadak ketika memasuki musim hujan. Hal ini disebabkan, ikan mempunyai ketahanan beradaptasi dengan lingkungan dan keasaman yang bervariasi.

Ali Soleh, seorang Pembudidaya Ikan di Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti menjelaskan, ikan yang memiliki ketahanan terhadap keasaman air yang sempit akan cepat mati, saat keasaman air berubah dengan mendadak. Kondisi inilah yang sering dialami peternak ikan konsumsi seperti ikan Lele, Nila, Emas, dan Bawal serta Gurami, saat musim hujan, terutama jika ikan tersebut masih kecil.

Ikan yang sering mati diakui Ali, yakni ikan Emas berukuran 5 cm, bahkan dalam sehari mencapai 5-10 ekor. Perubahan keasaman pada kolam sebagian besar disebabkan, oleh air hujan yang masuk ke dalam kolam. Apalagi jika air hujan sudah tercampur dengan berbagai gas di udara, yang menyebabkan keasaman semakin tinggi.

“Untuk menghindari ikan mendadak mati, ada dua cara yang harus saya lakukan. Diantaranya memasang atap dan memberikan garam pada kolam. Pemberian atap bertujuan agar air hujan tidak langsung masuk ke dalam kolam. Atap sebaiknya diberi yang transparan, hal ini karena ikan membutuhkan sinar Matahari,” jelas Ali Soleh, Senin (21/5).

Ali Soleh melanjutkan, ia juga memberi garam pada kolam. Garam yang digunakan bisa menggunakan garam dapur atau garam khusus ikan. Dengan memberi garam pada kolam. Maka akan mempertahankan keasaman air, pasalnya garam bersifat sebagai buffer atau penjaga keasaman larutan. Dosisnya setengah ons per meter kubik. Dengan begitu dapat menghitung sendiri kebutuhan garam ikan-ikannya.

“Garam khusus untuk ikan lebih direkomendasikan karena kandungannya murni (tanpa iodium), lebih aman untuk ikan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Mura, Nito Maphilindo menyampaikan pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas air. Tujuannya agar ikan-ikan yang dipelihara dapat tumbuh dengan baik. Caranya dengan mengganti air sebulan sekali. Penggantian air juga harus dilakukan dengan benar. Air yang diganti hanya sepertiga dari jumlah air yang ada di kolam.

“Kualitas air yang jelek adalah air yang berada di bawah, maka buanglah sepertiga air bagian bawah dan ganti dengan yang baru. Dengan begitu, ikan tidak akan stres dan hidup dengan sehat,” jelasnya. (04)

Rekomendasi Berita