oleh

Warga Karang Jaya Blokade Jalan CLBB

LINGGAU POS ONLINE– Ratusan warga Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara, adakan aksi blokade jalan akses utama menuju lahan perkebunan sawit PT Citra Loka Bumi Begawan (PT CLBB) di Desa Sukaraja, Kamis (5/9) pagi.

Aksi dilakukan warga, karena kesal terhadap perusahaan yang memecat secara sepihak lebih kurang 200 tenaga kerja buruh harian lepas (BHL), yang tinggal di sekitar lokasi HGU perusahaan tersebut.

Blokade dilakukan oleh warga Desa Sukaraja, Desa Lubuk Kumbung, Desa Tanjung Agung, Desa Rantau Telang dan Desa Muara Batang Empuh, dengan mendirikan tenda ditengah jalan akses ke PT CLBB, sembari menyampaikan beberapa tuntutan. Aksi mereka berakhir sampai pukul 12.00 WIB, setelah pihak perusahaan menanggapi tuntutan mereka.

Marjuki, perwakilan massa sekaligus tenaga BHL yang dipecat menyampaikan, ada 9 poin tuntutan yang mereka sampaikan saat aksi. Pertama tidak ada pemberhentian atau off sementara, terhadap karyawan dengan alasan efisiensi. Kedua tidak sesuai dengan visi-misi perusahaan. Ketiga meminta kepastian lahan tidur yang ditelantarkan selama ini tanpa kepastian. Lalu keempat meminta untuk karyawan KHL diberikan minimal 20 hari kerja dalam 1 bulan.

“Kelima meminta kejelasan status plasma secara detail, keenam perusahaan belum membentuk lembaga kerja (SPSI), ketujuh apa Tupoksi dan visi-misi CSR untuk masyarakat lingkar perusahaan, kedelapan dalam pengangkatan karyawan harian lepas menjadi kerja harian tetap, jangan ada kepentingan dan terakhir mempertanyakan status HGU sejauh mana, Sejak kapan serta sampai kapan,” ungkap Marjuki.

HRD PT CLBB, Antoni menegaskan perusahaan tidak memberhentikan pekerja BHL, namun hanya merumahkan mereka sementara waktu karena kondisi perusahaan. Pihaknya masih menyusun keuangan perusahaan yang seharusnya untuk satu tahun, sudah habis di semester kedua.

“Jadi ini bukan pemberhentian. Perusahaan meminta waktu sementara, untuk menyusun keuangan kami,” tegas Antoni.

Lalu mengenai lahan terlantar yang belum dibuka juga terkendala dengan dana untuk, operasional pembukaan lahan tersebut. Dan masalah lahan plasma, nanti akan dibicarakan kembali pada pertemuan selanjutnya dengan pihak-pihak pemangku kepentingan seperti GM dan pihak pemerintah.

“Pertemuan selanjutnya, akan kita laksanakan di kantor Camat. Kami pun akan menyampaikan kembali tuntutan warga ini, ke atasan kami,” tegasnya.

Kades Sukaraja, Hendri mengatakan selaku pemerintah pihaknya hanya bisa memfasilitasi saja antara warga dan perusahaan. Ia berharap, dipertemuan selanjutnya nanti, ada titik terang kejelasan dari persoalan ini.

Senada disampaikan Kades Muara Batang Empuh, Budi.

“Karena wilayah lingkar perkebunan di perusahaan CLBB yang lahan sudah dikasih oleh warga, sejak berdirinya perusahaan belum dibuka sama sekali. Sementara lahan tersebut menjadi terbengkalai,” jelasnya.

Laporan Fahmilan Jadidi

Rekomendasi Berita