oleh

Ratusan Rumah Rusak, Puting Beliung Disertai Hujan Es

“Kami belum mendapatkan data jumlah korban, jadi saat ini belum bisa menyalurkan bantuan”
Kepala Dinas Sosial Muratara, H Zainal Arifin Daud”

MURATARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) masih mendata jumlah korban angin puting beliung disertai hujan es di Kecamatan Rawas Ilir. Namun diperkirakan rumah yang rusak imbas bencana alam ini mencapai ratusan rumah.

Kepala BPBD Muratara, Zulkifli melalui Kabid Kedaruratan BPBD, Kasir Masuli kepada Linggau Pos, Selasa (9/7) menjelaskan hasil tinjauan timnya di lapangan, rumah warga yang rusak akibat puting beliung mencapai ratusan rumah.

“Kerusakannya bervariasi, mulai rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak parah. Yang rusak parah, adalah salah satu rumah warga berpindah tempat sepanjang lima meter dari tempat semula,” ungkapnya.

Ditambahnya, berdasarkan data yang ia peroleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) yang terjun langsung ke lapangan, angin yang datang merupakan angin puting beliung.

“Menurut pihak BMKG adalah angin puting beliung, karena durasinya pendek,” tambahnya.

Ia menambahkan, daerah yang terkena bencana adalah Desa Beringin Makmur I, Desa Beringin Makmur II dan Kelurahan Bingin Teluk.

“Kami masih mendata jumlah pastinya, karena berkaitan dengan bantuan yang akan diberikan jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Muratara, Zainal Arifin Daud mengatakan sampai saat ini pihaknya belum dapat menyalurkan bantuan ke korban angin puting beliung, dikarenakan belum adanya data korban yang didapatkan.

“Kami belum mendapatkan data jumlah korban, jadi saat ini belum bisa menyalurkan bantuan. Setelah data sudah terkumpul semua, segera bantuan akan disalurkan, tim pencari data pun sudah kelapangan,” katanya.

Sebaliknya Camat Rawas Ilir, Heri Martoni menjelaskan berdasarkan pendataan yang mereka lakukan melalui Kasi Kesos ada 110 rumah yang terdampak.

“Sementara berdasarkan pendataan ada 110 rumah yang rusak. Tapi tim terus memperbaharui data sesuai hasil pengecekan di lapangan,” kata Camat.

Data itu, menurut Camat segera disampaikan ke Dinas Sosial Muratara, agar para korban bisa mendapatkan bantuan.

Sebelumnya, seperti dijelaskan Armadi Juli, warga Desa Beringin Makmur I Kecamatan Rawas Ilir mengaku menyaksikan langsung robohnya rumah tetangganya, saat angin kencang.

“Baru kali ini angin kencang begitu. Ngeri juga. Rumah tetangga saya, Lia ambruk. Tiang rumah yang terbuat dari kayu patah. Untung Lia dan empat anaknya bisa melarikan diri ke rumah depannya,” jelas Armadi.

Selain itu, imbuh dia, satu rumah di dekat Kantor Lurah Bingin Teluk juga rusak parah, atapnya terbang.

Terpisah Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara SMB II Palembang, Bambang menyebutkan, hujan es disebabkan awan cumulonimbus. Bahkan fenomena ini sering terjadi.

Cumulonimbus adalah sebuah awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya.

Cumulonimbus berasal dari bahasa Latin, “cumulus” berarti terakumulasi dan “nimbus” berarti hujan. Awan ini terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer.

“Fenomena ini jarang terjadi karena pada umumnya hanya ada di daerah tropis. Bahkan, di tropis sendiri ada kondisi awan tertentu yang bisa terjadi,” kata Bambang Beny kepada koran ini, Selasa (9/7).

Biasanya hujan es itu sangat singkat, hanya dalam hitungan 1-5 menitan saja. Nanti dilanjutkan hujan biasa dan angin.

“Saat ini sebagian wilayah Sumatera Selatan telah masuk musim peralihan, dari hujan ke kemarau. Bahkan itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir,” ucapnya.

Menurutnya, kondisi di Sumsel saat ini masih tergolong normal dengan curah hujan masih di atas 115 hingga 150 atau di atas normal. Namun, seiring berjalannya waktu curah hujan ini terus menurun dan menunjukkan beberapa titik kemarau.

“Hingga dengan September kondisi curah hujan semakin menurun. Bahkan, penurunan cukup signifikan terjadi pada Agustus, di mana curah hujan sebagian sangat rendah atau berkisar 20 hingga 50 mm,” jelasnya. (fji/dlt)

Rekomendasi Berita