oleh

Ratusan Pelajar Datangi Kantor Bupati

Tuntut Kepsek Diganti

LINGGAU POS ONLINE, RUPIT – Ratusan pelajar SMA Negeri Muara Rupit, Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), lakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Muratara guna menuntut pergantian Kepala Sekolah (Kepsek).

Aksi demo tanpa ada koordinator tersebut yang dimulai, kurang lebih 08.00 WIB dengan membawa karton-karton yang telah bertuliskan. Turunkan Kepsek, stop pungli sekolah bukan ladang bisnis, tegakkan kejujuran dan kalimat lainnya.

Sebagaimana penyampaian para pelajar yang melakukan aksi, karena dipicu lantaran adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) dan penggunaan dana SPP.

Setelah, menyampaikan tuntutan mereka, perwakilan pelajar SMA dan perwakilan Komite sekolah diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muratara, H Abdullah Makcik, didampingi Asisten Administrasi Umum Keuangan, Alwi Roham dan Plt, Kepala Disdik, Ratnawati untuk rapat mendengarkan aspirasi para pelajar di ruang Bina Praja Setda Kabupaten Muratara.

Selanjutnya kurang lebih pukul 19.30 WIB, salag satu siswa, Osama menyampaian hasil rapat mediasi tersebur dimana akan disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan. Lantaran kewenangan tidak lagi berada di Pemkab Muratara melainkan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).

Plt Kepala Disdik Kabupaten Muratara, Ratnawati mengatakan untuk aspirasi para pelanar sudah diterima, sebagaimana dijelaskan oleh Pak Sekda sebagaimana kebijakan yang tidak lagi di Pemkab Muratara. Tentu aspirasi ini akan disampaikan ke Pemprov Sumsel bersama Komite sekolah, Asisten III dan Kepala Kesatuan Bangsa dan Poltik dan PGRI.

“Sebenarnya ini ranah komite selaku mitra sekolah, apalagi sekarang kewenangan kita hanya sebatas koordinasi, Bila tidak terakomodir dari dana BOS, maka sekolah bersama komite bersepakat untuk mengakomodir program-program sekolah.

Untuk penurunan Kepsek ada prosedur, dan itu kewenangan Provinsi.”Yang jelas sesuai dengan hasil rapat mediasi tersebut, Senin (27/8) mendatang kita bersama Asisten III, Komite, PGRI menyampaikan ke Pemprov,” jawab Rantawati saat diwawancarai.

Sementara itu, Kabid Humas Komite SMAN Muara Rupit, Sarifudin menegaskan aksi pelajar tersebut dipicu oleh adanya pungutan liar untuk siswa baru yakni hampir Rp 1 juta per siswa untuk keperluam sekolah.

“Kepsek melakukan pungutan ke siswa tanpa ada koordinasi atau rapat dengan komite khususnya iuran Penerimaan Siswa Baru (PSB),” katanya.

Pantauan Linggau Pos di lapangan para pelajar sempat menutup Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dengan menghadang kendaraan yang melintas, sehingga menimbulkan kemacetan hingga kurang lebih 15 menit.(12)

Rekomendasi Berita