oleh

Ratusan Massa Geruduk Sekretariat KPU

“Apa yang dilakukan hari ini, merupakan galdi simulasi pengamanan Pilkada Lubuklinggau,” Kabag OPS Polres Lubuklinggau Kompol Yudha.

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Ratusan massa pendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau. Tujuannya, untuk memprotes hasil penghitungan suara yang sudah dilakukan KPU, sebab mereka beranggapan kalau jagoan mereka telah dicurangi.

Massa yang datang ini juga membawa spanduk yang bertuliskan protes, atas proses penghitungan suara yang sudah dilakukan KPU. Mereka marah-marah, dan ingin bertemu dengan Ketua KPU Kota Lubuklinggau, guna meminta dilakukannya pemilihan ulang.

Setelah bertemu, massa tidak terima atas penjelasan, dan mencoba untuk mengejar ketua KPU. Beruntung petugas sigap, sehingga dan berhasil melakukan evakuasi terhadap ketua KPU dengan menggunakan mobil barak kuda.

Massa semakin beringas dan terjadilah aksi saling dorong antara polisi dengan massa. Massa semakin beringas, dan mencoba menerobos blokade polisi bersenjata lengkap.

Situasi semakin mencekam, dan massa langsung melempari petugas dengan air kemasan, dan petasan sembari meminta agar KPU Kota Lubuklinggau di bubarkan karena tidak independen, telah melakukan kecurangan terhadap kandidatnya.

Melihat situasi itu, ratusan anggota Brimob yang berjaga di belakangnya langsung maju menahan massa, lalu membubarkan massa dengan Water Canon. Tapi, bukannya membubarkan diri, massa malah membakar ban dan melakukan penjarahan terhadap barang-barang yang ada di dalam kantor KPU.

Akhirnya, dilakukan langkah tegas dengan melakukan tembakan peluru karet, yang menyebabkan dua massa terluka, dan langsung dievakuasi oleh tim medis yang memang sudah dipersiapkan. Selanjutnya, massa semakin terdesak dan mereka membelah menjadi dua bagian, meninggalkan kantor KPU.

Ternyata, kerusuhan tersebut merupakan gladi dalam rangka pengamanan Pilkada kota Lubuklinggau 2018.

Kabag OPS Polres Lubuklinggau, Kompol Yudha mengatakan giat yang dilakukannya ini merupakan gladi bersih simulasi Sispam yang akan dilakukan pada 14 Februari nanti.

“Tujuannya untuk melihat kesiapan anggota saat pelaksanaan simulasi nanti, dalam mengamankan aksi unjuk rasa, supaya pada pelaksanaan nanti lebih terampil,” katanya.

Menurutnya, jumlah anggota yang diturunkan dalam simulasi ada 400 orang terdiri dari TNI, Brimob dan anggota Linmas. Bahkan, dalam gladi bersih tersebut dimulai dari pengamanan distribusi logistik, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk pengamanan massa yang beringas. (11)

Rekomendasi Berita