oleh

Ratusan Badan Usaha Kompak Kenali Aplikasi E-Dabu

LINGGAU POS ONLINE – Mengelola kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) di Badan Usaha dengan jumlah karyawan yang tidak sedikit tentu tidak mudah. Untuk mengatasinya BPJS Kesehatan memberikan sosialisasi aplikasi berbasis web yaitu aplikasi Elektronik Data Badan Usaha (E-Dabu) yang bisa digunakan oleh Pimpinan dan PIC Badan Usaha, Selasa (27/8/2019).

Dalam aplikasi ini Pimpinan dan PIC Badan Usaha dapat melakukan penambahan peserta baru, mutasi peserta (pembaruan identitas, domisili, gaji, fasilitas kesehatan, dan penon-aktif-an) serta dapat melihat jumlah tagihan yang harus dibayarkan.

Sosialisasi yang diikuti oleh ratusan Pimpinan dan PIC Badan Usaha di Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara berlangsung ramai. Terlihat Pimpinan dan PIC Badan Usaha sangat antusias mengikutinya.

Dalam sambutannya, Kepala BPJS Kesehatan Eka Susilamijaya yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer, Aida Afrida menyampaikan Kepesertaan Program JKN-KIS sudah mencapai ratusan juta penduduk Indonesia.

“Selama lebih dari 5 tahun atau tepatnya memasuki tahun ke-6, Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan mengalami pertumbuhan kepesertaan yang pesat. Saat ini kepesertaan Progam JKN-KIS sudah mencapai sebanyak 207 juta jiwa yang berasal dari berbagai segmen. Salah satu segmennya yakni Pekerja Penerima Upah (PPU) atau biasa disebut kepesertaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta.” ungkap Aida.

“Kepesertaan dari segmen Badan Usaha sendiri di BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau sampai 16 Agustus 2019 sudah mencapai sebanyak 587 Badan Usaha dengan jumlah peserta dan anggota keluarga sebanyak 62.194 jiwa.” tambah Aida.

Sementara, Rati salah satu PIC Badan Usaha dari PT. GSL Group merasa dengan adanya aplikasi E-Dabu sangat dipermudah dalam mengelola kepesertaan karyawan dan anggota keluarganya. Untuk mengelola kepesertaan yang berjumlah lebih dari 600 karyawan dan anggota keluarganya ia berpendapat sekarang jauh lebih mudah dibandingkan saat baru dimulainya Program JKN-KIS.

“Sekarang pakai aplikasi ini (E-Dabu) jauh lebih mudah. Dulu kami harus rekap manual untuk mendaftarkannya. Kalau sekarang tinggal duduk dikantor dan masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP atau KK langsung muncul datanya. Jadi gak perlu ke kantor BPJS Kesehatan dan antri lagi.” ujar Rati

Rati berharap aplikasi ini dapat dikembangkan lagi dan dapat membuat lebih memudahkannya untuk mengelola kepesertaan Program JKN-KIS. Sebab kendala yang sering ditemuinya masih adanya data penduduk yang belum online sehingga belum bisa terbaca di aplikasi E-Dabu.(*)

Sumber: BPJS Kesehatan Lubuklinggau

Rekomendasi Berita