oleh

Ratusan APK dan APS Turun Paksa

LUBUKLINGGAU – Ratusan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Alat Peraga Sosialisasi (APS) peserta Pemilu 2019 ditertibkan Bawaslu Kota Lubuklinggau, Selasa (18/12).

Semua APK dan APS yang ditertibkan dikumpulkan di Sekretariat Bawaslu Kota Lubuklinggau, di Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Komisioner Bawaslu Kota Lubuklinggau Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran (HPP) dan Sengketa Pemilu, Bahusi mengatakan proses penertiban masih terus berlanjut. Sampai, seluruh APK dan APS yang dipasang di tempat terlarang habis, tempat terlarang dimaksud di tiang listrik, tiang telepon, pohon yang ditanam perintah maupun fasilitas umum lainnya.

Jadi, kalau ada peserta Pemilu yang memasang pada tempat terlarang ini, kalau tidak mau ditertibkan, harus melepaskan sendiri, baik APK maupun APS.

“Semua APK maupun APS yang dipasang pada tempat terlarang ditertibkan, tanpa terkecuali,” jelas Bahusi, Rabu (19/12).

Menurut Bahusi, dalam proses penertiban pihaknya sudah memberi instruksi kepada Panwascam. Agar, hasil dari penertiban dilaporkan dalam Form A yang sudah disiapkan disertai foto, termasuk lokasi APK maupun APS yang ditertibkan, berikut alasan dari penertiban.

“Proses pelaporan hasil penertiban APK dan APS harus lengkap. Tujuannya, ketika ada peserta pemilu yang komplain bisa kita jelaskan, karena kita memiliki bukti alasan penertiban, berikut foto lokasi APK dan APS yang ditertibkan,” jelasnya.

Namun, sampai saat ini pihaknya belum menerima adanya peserta pemilu yang komplain atas penertiban yang dilakukan Bawaslu.

“Kalau yang komplain datang ke kantor belum ada, tapi memang malam tadi, Selasa (18/12) ada Caleg Provinsi Sumsel yang komplain saat dilakukan penertiban. Tapi, setelah dijelaskan alasan penertiban, ia menerima,” ungkapnya.

Mengenai APK dan APS yang sudah ditertibkan, bisa diambil oleh peserta Pemilu di Sekretariat Bawaslu Kota Lubuklinggau. Untuk dipasang pada tempat yang sudah ditentukan.

“Untuk kampanye di Medsos (media sosial, red) tetap dilakukan pengawasan, khusus untuk akun yang terdaftar di KPU. Namun, untuk Facebook karena itu milik pribadi, jadi kita agak sulit untuk melakukan penertiban,” katanya.

Namun, khusus untuk akun Medsos yang terdaftar di KPU, bila melanggar akan langsung dilakukan pemblokiran, dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan KPU. (aku)

Rekomendasi Berita