oleh

Rata-rata Koperasi Serba Usaha Hanya 92 Koperasi yang Aktif

Dari 187 koperasi tersebar di 15 kecamatan dalam Kabupaten Rejang Lebong, hanya 92 koperasi yang masih aktif. Mengapa bisa begitu?

Laporan Syamsul Ma’arif, Curup

Soal itu, Kepala Dinas Perdagangan, koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Rejang Lebong, Sobirin melalui Kabid Koperasi dan UKM Rejang Lebong, Uswandi menyatakan banyaknya koperasi yang tidak aktif disebabkan beberapa faktor. Seperti kehabisan modal, sudah kurang aktifnya pengurus koperasi, kesibukan pengurus dan ketidakpedulian lagi anggotanya dan faktor lain.

“Ada juga karena anggota koperasi yang sudah menerima manfaat, namun karena kesibukan tidak memikirkan lagi kewajibannya,” kata dia ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/11).

Rata-rata, koperasi di Kabupaten Rejang Lebong merupakan jenis koperasi serba usaha.

“Rata-rata jenis koperasi dikelola mereka jenis serba usaha, sebab kalau koperasi serba usaha banyak item di dalamnya ada jenis simpan pinjam dan ada juga jenis-jenis lainnya,” paparnya.

Saat ini untuk kepengurusan izin koperasi sudah terpusat ke kementerian untuk mendapatkan badan hukumnya.

“Kalau semua koperasi rata-rata semuanya sudah berbadan hukum, hanya saja sekarang kepengurusanya langsung ke kementerian,” paparnya.

Untuk mengurus badan hukum ke kementerian, pihak kementerian juga sudah menunjuk notaris khusus di daerah.

“Rejang Lebong ada tiga notaris yang ditunjuk kementerian, memang khusus untuk koperasi harus melalui tiga notaris ini, karena memang ditunjuk untuk kepengurusan koperasi dan berwenang soal itu,” tambahnya. (*)

* Rata-rata Koperasi Serba Usaha
Hanya 92 Koperasi yang Aktif

Dari 187 koperasi tersebar di 15 kecamatan dalam Kabupaten Rejang Lebong, hanya 92 koperasi yang masih aktif. Mengapa bisa begitu?

Laporan Syamsul Ma’arif, Curup

Soal itu, Kepala Dinas Perdagangan, koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Rejang Lebong, Sobirin melalui Kabid Koperasi dan UKM Rejang Lebong, Uswandi menyatakan banyaknya koperasi yang tidak aktif disebabkan beberapa faktor. Seperti kehabisan modal, sudah kurang aktifnya pengurus koperasi, kesibukan pengurus dan ketidakpedulian lagi anggotanya dan faktor lain.

“Ada juga karena anggota koperasi yang sudah menerima manfaat, namun karena kesibukan tidak memikirkan lagi kewajibannya,” kata dia ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/11).

Rata-rata, koperasi di Kabupaten Rejang Lebong merupakan jenis koperasi serba usaha.

“Rata-rata jenis koperasi dikelola mereka jenis serba usaha, sebab kalau koperasi serba usaha banyak item di dalamnya ada jenis simpan pinjam dan ada juga jenis-jenis lainnya,” paparnya.

Saat ini untuk kepengurusan izin koperasi sudah terpusat ke kementerian untuk mendapatkan badan hukumnya.

“Kalau semua koperasi rata-rata semuanya sudah berbadan hukum, hanya saja sekarang kepengurusanya langsung ke kementerian,” paparnya.

Untuk mengurus badan hukum ke kementerian, pihak kementerian juga sudah menunjuk notaris khusus di daerah.

“Rejang Lebong ada tiga notaris yang ditunjuk kementerian, memang khusus untuk koperasi harus melalui tiga notaris ini, karena memang ditunjuk untuk kepengurusan koperasi dan berwenang soal itu,” tambahnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita