oleh

Raperda Miras Segera Dibahas Ulang

LINGGAU POS ONLINE, PETANANG ILIR – Anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Hambali Lukman menegaskan, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengendalian, pengawasan peredaran minuman beralkohol harus didorong untuk kembali dibahas tahun ini. Pasalnya, tahun 2017 Raperda tersebut ditunda untuk dibahas.

Sementara Raperda tersebut mereka usulkan untuk dibahas melalui Raperda inisiatif DPRD, lantaran sudah mendesak. Sayangnya, untuk kedua kalinya Raperda tersebut kembali batal dibahas.

“Seharusnya, Raperda ini masih ada dan masuk dalam Program Pembuatan Peraturan Daerah (Propemperda) 2018. Karena kita pun terus mendorong, terutama melalui Komisi II agar Raperda ini kembali dibahas tahun ini,” tegasnya.

Apalagi payung hukum untuk mengatur peredaran dan pengendalian serta pengawasan Miras, menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

“Karena sifatnya mendesak, makanya kita ajukan Raperda tersebut untuk dibahas bersama dan disahkan. Sayangnya saat pembahasan, ada beberapa kendala yang membuat Raperda ini tertunda untuk dibahas dan disahkan. Namun bukan berarti Pansus yang dibentuk kemarin sudah bubar. Untuk itu kita mendesak, agar Pansus segera kembali membahas Raperda Miras,” tegas Hambali.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Bapemperda DPRD Kota Lubuklinggau, Merismon. Ia mengungkapkan, kalau Raperda Miras menjadi salah satu Raperda inisiatif yang menjadi prioritas mereka untuk dibahas tahun 2018.

Hanya saja politisi PKS ini menjelaskan, pada saat pembahasan memang harus lebih hati-hati karena akan melibatkan banyak pihak dan komponen.

“Tentunya untuk Raperda ini, butuh pengkajian yang lebih. Kita coba, saat membahas akan kita kaji lebih dalam. Agar saat pembahasan, ada kesepakatan bersama,” jelas Merismon.

Terutama yang akan kembali dikaji lebih mendalam, mengenai garis besar Raperda tersebut.

“Apakah bentuknya pelarangan, atau pengaturan. Karena hal ini masih pro dan kontra. Tentunya, pro kontra ini yang harus kita sepakati bersama,” tegasnya.

Meskipun prioritas, ia menambahkan kalau pembahasan Raperda Miras tidak akan dilakukan pada awal pembahasan Raperda.

“Mungkin tahap kedua, baru kita masukan untuk dibahas. Karena butuh persiapan dan pengkajian lebih banyak, dibandingkan Raperda lainnya,” tambah Merismon. (13)

Rekomendasi Berita