oleh

Wartawati Linggau Pos Raih Peserta Terbaik II Dalam Pelatihan Penulisan Feature dan Lapsus

LINGGAU POS ONLINE, PALEMBANG – Peningkatan kualitas kepenulisan bagi para wartawan terus dilakukan PT Wahana Semesta Linggau (WSL). Tujuan utamanya, untuk mempertahankan sekaligus mempertahankan kepercayaan publik dan memenangkan persaingan.

Pemimpin Redaksi Harian Pagi Linggau Pos, Budi Santoso mengatakan, hal ini pula yang mendasari PT WSL mengutus seorang wartawati bernama Sulis untuk ikut serta Pelatihan Penulisan Feature dan Laporan Khusus (Lapsus) 9-11 November 2017, yang diadakan Yayasan Sumatera Ekspres.

“Alhamdulillah hasilnya, wartawati ini meraih predikat Terbaik II. Prestasi ini sebuah apresiasi dari CEO Jawa Pos Group, H Suparno Wonokromo. Sebelumnya, Linggau Pos juga pernah mendapatkan penghargaan dalam ajang Suparno Award. Baik dalam hal penulisan, ataupun perwajahan (layout),” jelasnya, Minggu (12/11).

Ia mengharapkan, pencapaian yang diraih ini bisa jadi motivasi untuk teman-teman lainnya untuk semakin lebih baik lagi. Juga memotivasi jurnalis di daerah, yang memang bisa diperhitungkan di tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Prestasi ini saya harapkan dapat dipertahankan, serta ilmu yang didapat saat pelatihan bisa ditularkan kepada teman-teman lainnya. Sehingga kedepan Linggau Pos tetap dipercaya oleh pembaca setianya di Bumi Silampari, untuk menjadi referensi utama mereka,” pesannya.

Sementara itu, Sulis saat dibincangi, menjelaskan apa yang dicapainya itu tidak terlepas dari dukungan Direktur PT WSL Bapak Solihin dan tim Linggau Pos.

“Ya saya bisa andil dalam kegiatan itu, belajar bersama teman-teman Pemimpin Redaksi, Wakil Pimpinan Redaksi juga Redaktur Pelaksana koran Divisi II Sumeks Group juga tidak terlepas dari doa teman-teman di Linggau Pos. Terlebih support dari Bapak Pemred. Dan pencapaian kemarin, amat saya syukuri,” terangnya.

Dalam kegiatan itu, kata Sulis, ada 24 peserta yang ikut, dari 17 media se-Sumatera Bagian Selatan.

Ia menceritakan, selama pelatihan banyak ilmu yang selama ini dia tidak tahu menjadi tahu. Alumni Jurusan KPI Fakultas Dakwah UIN Raden Fatah Palembang ini mengaku mendapat banyak ilmu dari para pemateri hebat.

Seperti H Subki Sarnawi (Ketua Yayasan Sumatera Ekspres), H Muslimin (Direktur Operasional Sumeks Group Sumbagsel), H Mahmud (General Manager Sumatera Ekspres), Hj Nurseri (Pemred Sumatera Ekspres), Kriss Samiaji (Fotografer Sumatera Ekspres), dan Pakar Bahasa Indonesia Universitas PGRI Palembang DR Mansur.

Hal yang lebih berkesan lagi, kata Sulis, ia bisa menyaksikan dan diajari langsung teknik proyeksi, teknik menggali data, menulis dan mengedit feature dari penulis handal Jawa Pos Group, yakni H Suparno Wonokromo yang kini jadi CEO Jawa Pos Group.

“Dari pelatihan ini, saya merasa masih banyak kekurangan dan masih harus banyak belajar lagi. Sebagaimana yang disampaikan Pak Parno (H Suparno Wonokromo) bahwa untuk piawai menulis feature, tak bisa hanya mengandalkan belajar dalam hitungan hari. Butuh waktu minimal tiga bulan. Maka saya berdoa sekaligus berusaha, sekalipun dengan waktu yang terbatas, ilmu-ilmu ini bisa saya terapkan di Linggau Pos secara bertahap,” jelasnya.

Dalam pelatihan itu, Sulis dan 23 peserta lain juga mendapat tantangan untuk melakukan peliputan di Kota Palembang. Berbekal ilmu selama pelatihan, mereka meliput hal-hal yang dinilai unik dan patut dijadikan feature. Lalu menulis dan mempersiapkan diri untuk dikoreksi oleh Pak CEO Jawa Pos.

“Ya yang mengoreksi Pak Parno langsung. Kebetulan saya menulis tentang pedagang batu akik yang omzet jualannya pernah menyentuh Rp 7 juta per hari. Apa yang saya tulis ini belum sepenuhnya pantas dikatakan feature. Dan saya mendapat masukan banyak dari satu tulisan ini,” kata Sulis.

Mengenai menobatkannya sebagai Peserta Terbaik II, Sulis mengaku tak menyangka tentang itu.

“Karena jujur teman-teman lain banyak yang bagus karya feature-nya. Dan semua dari kami memang antusias mengikuti kegiatan ini. Ketika sesi tanya jawab kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk menggali ilmu dari pemateri. Dengan predikat yang saya sandang ini, setidaknya jadi motivasi bahwa menjadi jurnalis itu harus mau belajar. Dan sekalipun pelatihan sudah berakhir, saya akan terus menjalin komunikasi intens untuk memperkuat silaturahmi. Selebihnya, ilmu ini harus saya bagi dan tularkan. Dengan harapan, bisa berefek pada peningkatan kualitas berita yang disajikan Linggau Pos kepada pembaca setia,” harapnya. (09/05)

Komentar

Rekomendasi Berita