oleh

Rahman Sani : Tingkatkan PAD, Kita Optimalkan dengan Teknologi

Pemerintah Dinilai Belum Serius Tingkatkan PAD

Pendapatan Asli Daerah (PAD), terus menjadi sorotan anggota DPRD Kota Lubuklinggau. Mereka menilai, eksekutif masih belum berani serta belum serius, dalam meningkatkan dan menggali sumber-sumber PAD.

Laporan Riena Fitriani Maris, Majapahit

Anggota DPRD Komisi III, Suhada menilai saat ini pemerintah belum serius dalam hal mengoptimalkan PAD. Setiap rapat paripurna, pemerintah terus menyampaikan akan mengoptimalkan PAD. Tetapi setiap tahunnya, belum ada peningkatan PAD yang signifikan.

Hal ini menurutnya, lantaran belum seriusnya pemerintah dalam meningkatkan PAD.

“Sehingga kita minta kedepannya, pemerintah lebih serius dan berani dalam hal meningkatkan PAD,” tegas Suhada.

Salah satunya yang sering disampaikan oleh politisi PKS ini, mengenai kebocoran PAD dari sektor retribusi parkir. Hal ini dibenarkan oleh masyarakat, yang sering membayar uang parkir tidak sesuai dengan tarif yang diatur oleh pemerintah.

“Seperti di tempat-tempat wisata. Kadang-kadang pada saat hari raya atau libur panjang, tarif parkir naik dua kali lipat. Sementara DPRD terus menyoroti PAD yang tidak meningkat. Lantas ke mana uangnya,” tegas Weni, salah seorang warga ketika dimintai tanggapan.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani saat dimintai tanggapan menegaskan kalau pihaknya akan terus mengoptimalkan potensi-potensi PAD.

“Bahkan guna meningkatkan PAD, pemerintah sudah memulai dengan menggunakan alat-alat teknologi. Ini sebagai upaya kita, agar penerimaan PAD dari semua sektor lebih optimal,” ungkap Rahman Sani.

Diakuinya, beberapa potensi PAD belum optimal dalam pelaksanaannya.

“Namun tetap akan kita upayakan, agar terus ditingkatkan dan dioptimalkan. Sehingga PAD yang dihasilkan, juga lebih optimal,” tegasnya. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita