oleh

Raflesia Arnoldi Tumbuh di Kali Tempur

CURUP – Bunga Raflesia Arnoldi yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu mekar di tepi Sungai Kali Tempur, Desa Kampung Melayu, Kecamatan Bermain Ulu (BU), Kabupaten Rejang Lebong. Saat ditemukan, kondisi bunga berada di tepi jurang sayangnya sudah mulai layu.

“Kalau kemarin masih ngembang (mekar sempurna), sekarang sudah mulai layu,” kata Ganjar, salah seorang warga setempat yang pertama kali menemukan bunga tersebut.

Diceritakan Ganjar, di lokasi mekarnya bunga Raflesia juga terdapat empat tunggul berdekatan diduga bekas mekarnya bunga Raflesia yang lain. Namun kondisinya sudah membusuk.

Raflesia Arnoldi pertama kali ditemukan, Rabu (23/1) pukul 18.00 WIB saat Ganjar hendak pulang dari kebun.

“Pas lewat menyeberang sungai dan melintas di tepian, tiba-tiba anjing yang saya bawa berhenti dan berbelok ke arah lain sembari mengendus, lantaran penasaran sayapun mengikutinya, gak tahunya ketemu bunga Raflesia,” cerita Ganjar.

Kebun yang ditumbuhi bunga Raflesia, merupakan kebun milik pak Ayik. Sementara itu, pasca ditemukannya bunga Raflesia yang jarang dijumpai tumbuh di Rejang Lebong banyak warga yang datang untuk melihat meski kondisi jalan yang harus dilintasi cukup curam dan melintasi sejumlah perkebunan kopi milik warga.

“Baru mas-mas wartawan inilah yang datang setelah kami, tapi banyak yang nanya, kemungkinan siang nanti banyak yang mau lihat, sebab fotonya sudah banyak beredar di Medsos,” ungkap Ganjar.

Aini, salah seorang warga Curup sempat bertemu dengan Linggau Pos di lokasi tumbuhnya Raflesia mengaku, mendapat informasi dari Medsos.

“Ada yang posting di FB, makanya kami coba cari ke sini, kalau bunga Kibut sering lihat, kalau Raflesia jarang,” ungkapnya.

Pantauan Linggau Pos, untuk menuju lokasi tumbuhnya Raflesia Arnoldi dari jalan desa kampung Melayu ditempuh dengan motor lebih kurang 1,5 jam. Setelah memarkirkan kendaraan di perkebunan warga, harus berjalan kaki kurang lebih 20 menit. (sam)

Rekomendasi Berita