oleh

Quick Count Hasil Sementara

PENGAMAT Politik, DR Joko Siswanto menegaskan bahwa hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Lubuklinggau sesuai prediksi. Keunggulan suara Paslon nomor urut 2 H SN Prana Putra Sohe – H Sulaiman Kohar sesuai dengan prakiraannya.

“Ya karena Paslon nomor urut 2 ini menurut saya banyak keunggulan, diantaranya incumbent. Bahkan, beberapa survei sudah menunjukkan pasangan ini unggul jauh di atas 50 persen. Kemenangan pasangan ini memang diprediksi sejak awal,” tegas Joko Siswanto, kemarin.

Begitupun dengan Pemilihan Gubernur Sumsel yang menurutnya juga sesuai dengan dugaan. Mengingat survei dari beberapa lembaga, H Herman Deru-H Mawardi Yahya (HDMY) memang diunggulkan dibandingkan tiga kandidat lainnya.

Survei tersebut berdasarkan pendapat masyarakat, itu artinya hasilnya menggambarkan kondisi riil pada saat itu. Semakin mendekati hari H pencoblosan hasil survei semakin valid, hasil quick count tidak jauh beda dengan hasil survei.

Menurut Joko Siswanto, ada beberapa keunggulan HDMY dibandingkan kandidat lainnya. Lima tahun lalu, HD telah pernah bertarung dalam Pilkada Sumsel dan berhasil unggul kedua atau runner up, bahkan hasilnya tidak jauh beda dari kandidat terpilih H Alex Noerdin. Artinya HD masih memiliki tabungan pendukung, dan sudah memiliki persiapan yang matang.

Sedangkan Paslon nomor urut 4 Dodi-Giri, baru gencar sosialisasi atau muncul di permukaan setelah ditetapkan Pasangan Calon (Paslon) sah. Berdasarkan survei, pasangan ini tidak diunggulkan sama sekali.

“Namun hasil quick count pasangan berhasil nomor 2, ini benar-benar fantastis dalam waktu 4 bulan pasangan yang tidak diunggulkan malah berhasil jadi runner up. Hal ini berkat kerja keras tim, dan figur Alex Noerdin,” jelas Joko Susilo.

Selain itu Paslon nomor urut 3 bisa mengemas isu yang berkembang, misalnya pembangunan infrastruktur. Dengan adanya Sea Games, pembangunan hanya konsen di Palembang saja. Dampaknya, pembangunan jalan di kabupaten/kota lainnya tidak jadi prioritas sehingga banyak jalan rusak. Ini menjadi isu menarik yang dibawa pasangan HDMY.

Selain itu, figur HD dikenal sangat ramah dan santun, masyarakat terbuai dengan situasi ini. Dari segi prestasi HD tidak terlalu menonjol.

“Kalau intelektual semua kandidat pintar, namun komunikasi dengan masyarakat tidak sedekat Herman Deru,” tambah Joko.

Menurut Joko, rakyat itu menuntut pemimpin datang ke rakyat, bukan rakyat yang datang ke pemimpin.

Namun, tegas Joko, saat ini baru hasil quick count atau hitung cepat.

“Hasil quick count ini bukan acuan hukum, masyarakat diminta sabar untuk menunggu ketetapan KPU,” terangnya. (07)

Rekomendasi Berita