oleh

Puting Beliung Tidak Bisa Diprediksi

LINGGAU POS ONLINE,, MURATARA – Puting beliung memorak-porandakan rumah sebagian masyarakat di Desa Kelumpang Jaya, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Kamis (22/3) lalu.

Sehari setelah kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, langsung menyalurkan bantuan berupa beras, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya kepada para korban.

“Untuk bantuan kepada korban bencana angin puting beliung, sudah kita Salurkan sehari setelah kejadian, yakni Jumat (23/3),” kata Zulkifli, Senin (26/3)

Menurutnya, bencana angin puting beliung tidak dapat diprediksi kapan dan di mana, karena sifatnya tiba-tiba, beda dengan bencana banjir, yang dapat diketahui apabila intensitas curah hujan yang tinggi.

“Untuk bencana angin puting beliung tidak bisa kita prediksi, beda dengan banjir, yang dapat diketahui kalau intensitas hujan tinggi,” terangnya.

Sehingga lanjutnya, tidak bisa memastikan di wilayah, baik desa maupun kecamatan mana yang rawan bencana angin puting beliung.

“Kalau yang sudah pernah terjadi, selain di wilayah Kecamatan Nibung, pernah di Kecamatan Karang Jaya,”jelasnya.

Hal sama juga disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Musi Rawas, Faisal.

“Kalau titik rawan Puting Beliung kami belum bisa memetakan. Namun, yang pernah terkena bencana puting beliung ini Kecamatan Megang sakti, Kecamatan Tuah Negeri, Kecamatan TPK , dan Kecamatan Selangit . Yang paling parah di Kecamatan Selangit 2017 lalu. Puluhan rumah itu,” jelas Faisal.

Untuk itu, BPBD Musi Rawas selalu menyiagakan 30 SDM untuk tanggap bencana.

“Untuk sementara ini, bencana yang kami waspadai banjir. Namun sebentar lagi masuk musim kemarau. Waspada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga,” imbuhnya.

Karena di Kecamatan Muara Kelingi, Muara Lakitan, BTS Ulu dan Megang Sakti (Gambut) termasuk rawan Karhutlah.

“Meski angka kebakaran lahan dari tahun 2015, ke 2016 dan ke 2017 terus berkurang, tapi kami tetap siaga, dan terus sosialisasi ke masyarakat untuk menghindari aktivitas bakar hutan saat membuka lahan,” imbuhnya. (02/12)

Rekomendasi Berita