oleh

Puting Beliung Rusak 27 Rumah

MUSI RAWAS – Angin puting beliung, Rabu (9/1) sekitar pukul 00.45 WIB, melanda Desa Gegas Temuan Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK). 27 rumah penduduk dan satu unit kandang ayam rusak.

Dari 27 rumah yang rusak, tiga diantaranya rusak berat. Rumah rusak berat adalah milik Sukijan, Daruman dan Marzuki.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Pantauan Linggau Pos di lokasi bencana, angin tidak hanya merusak rumah warga, namun juga merusak kebun warga. Tampak pohon durian, pohon mangga, pisang tumbang. Bahkan ada lampu jalan yang roboh.

Darusman (45) warga Desa Simpang Gegas Temuan, yang rumahnya juga diterjang puting beliung, mengatakan saat kejadian ia bersama istri dan kedua anaknya tidur di dalam kamar.

“Memang saat kejadian itu, turun hujan deras dan tiba-tiba datang angin, semakin lama semakin kencang,” kata Darusman.

Atap genteng sisi kanan rumah, ditambah Darusman, berjatuhan. Maka, ia sekeluarga menyelamatkan diri.

“Saya bersama keluarga sangat panik, mau minta tolong tapi lampu mati. Ya, pasrah saja untung kami tidak kenapa-kenapa,” kata Darusman yang mengaku harus memakai helm untuk menghindari genteng jatuh.

Menurutnya, kejadian ini sudah kedua kalinya. 2017 lalu dan menghancurkan dinding rumah serta atap rumahnya.

“Bencana angin puting beliung ini setiap tahunnya pasti terjadi,” kata Darusman yang saat ditemui sedang membenari genteng rumahnya.

Ditambahkan Darusman, ia sudah menerima bantuan terpal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura). Namun bantuan lainnya, belum didapatkan.

Kepala Pelaksana BPBD Mura, Paisol mengatakan pihaknya sudah turun ke lapangan untuk mendata rumah penduduk yang rusak.

Dari hasil pendataan yang dilakukan, sebanyak tiga unit rumah mengalami rusak berat. Antara lain rumah milik Sukijan, Daruman dan Marzuki, warga setempat. Dan bangunan lainnya yang mengalami kerusakan berat adalah kandang ayam milik Antoni.

Sedangkan 24 unit rumah diantaranya mengalami kerusakan ringan, dengan sebagian kecil atap rumahnya terlepas dilanda angin puting beliung. Terkait kejadian ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk tindakan lebih lanjut.

“Berdasarkan data yang kami punya, kecamatan ini termasuk rawan angin puting beliung. Karena itu, kami imbau bagi warga sekitar untuk lebih waspada, karena cuaca ini tidak menentu,” kata Paisol.

Terpisah Camat TPK, Dien Candra menjelaskan pihaknya sudah memantau ke lokasi untuk melihat kondisinya langsung.

“Kami akan berkoordinasi dulu dengan pihak terkait, untuk tindakan selanjutnya,” kata Dien Candra.

Kepala Seksi Absorvasi dan Informasi Stasiun SMB II BMKG Palembang, Beny Setiaji mengatakan perkiraan cuaca untuk wilayah Kabupaten Mura dan sekitarnya, untuk suasana cuaca pagi sebagian besar cerah dengan suhu 24 derajat celcius dengan kelembaban udara 98 persen.

Siang harinya, terpantau hujan ringan dengan suhu udara 32 derajat celcius dengan kelembaban udara 65 persen.

Untuk malam hari, terpantau berawan dengan suhu 28 derajat celcius dan kelembaban udara 85 persen.

Sedangkan untuk dini hari masih tetap diprediksi cerah berawan dan berpotensi udara kabut, dengan suhu udara 24 Derajat Celcius dan kelembapan udara 100 persen.

Menurutnya, masyarakat tetap waspada potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Dan disertai petir, kilat dan angin kencang dengan durasi singkat.

Namun yang patut diingat, angin kencang belum tentu dapat dikatakan angin puting beliung. Tergantung kecepatan angin yang menyertai, waktu kejadiannya pun singkat, setelah itu diikuti angin kencang yang berangsur melemah kecepatannya.

Angin puting beliung biasanya terjadi saat masa pancaroba, baik dari peralihan musim penghujan ke kemarau, atau sebaliknya.

“Angin puting beliung tidak memiliki siklus, serta sangat jarang terjadi angin puting beliung susulan di lokasi yang sama,” kata Beny sapaannya. (dlt)

 

Rekomendasi Berita