oleh

Puskesmas Cegah Peningkatan Penderita TBC

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Antisipasi maraknya penderita Tuberculosis (TBC), Puskesmas Tebing Tinggi kenalkan masyarakat tentang pentingnya menghindari bahaya penyakit tersebut. Apalagi saat ini, penderita TBC secara nasional tinggi.

Artinya, pihak medis dan juga masyarakat harus lebih gencar mengatasi dan menghindari penyakit yang berupa bakteri jahat tersebut.

“Untuk di wilayah kita Empat Lawang ini khusus di Kecamatan Tebing Tinggi angka penderitanya masih tergolong rendah, namun masyarakat tetap harus paham dalam menjaga kesehatan cara mencegah terjadinya penyakit TBC ini, terutama bagi keluarga mereka,” kata Kepala Puskesmas Tebing Tinggi, Sri Agustini saat pembukaan sosialisasi yang digelar Puskesmas Tebing Tinggi, di ruang aula perkantoran mereka, Jumat (4/5).

Sosialisasi dihadiri Pengawas Minum Obat (PMO), para penderita TBC dan masyarakat.

Ia menjelaskan, ketika seseorang terjangkit penyakit TBC maka harus segera diberikan pengobatan langsung secara medis, bukan malah didiskriminasi ataupun dikucilkan di lingkungannya.

Pihak Puskesmas juga akan segera melakukan tindakan pengobatan terhadap pasien, mengingat program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengentaskan penyakit TBC bagi masyarakat yang telah terjangkit.

“Hindarilah kontak langsung dengan si penderita, namun dukungan moril dari pihak keluarga untuk tekad sembuh itu penting sekali, kader kita di lapangan juga akan ikut membantu perawatan bagi si penderita TBC ini yang tersebar di setiap pedesaan seperti para bidan yang ada di posyandu dan kader Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) kita bentuk guna pengawasan untuk para penderita,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan lebih jauh mengenai angka penderita TBC tahun 2018 berdasarkan hasil data yang dimiliki pihaknya terhitung dari bulan Januari lalu baik penderita yang sudah dilakukan pengobatan maupun masih dalam tahap pengobatan.

“Suspek penderita sebanyak 61 orang dinyatakan positif terjangkit TBC ini dan semenjak awal tahun ini (2018) sampai dengan bulan April lalu pihak kita sudah melakukan pengobatan secara intensif sebanyak 40 orang penderita,” katanya.

Untuk itu, lanjut Sri Agustina, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat baik dari segi kebersihan lingkungan, dari segi konsumsi makanan dengan asupan yang bergizi dan tentunya kebersihan haruslah diutamakan.

“Makanan bergizi dan sehat itu tidak mesti yang mahal, banyak asupan gizi dibalik buah dan sayuran hijau yang terpenting tingkat kebersihannya bagus tidak untuk kita konsumsi,” ungkapnya. (10)

Rekomendasi Berita