oleh

Pupuk Nonsubsidi Mulai Terjangkau Petani

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Harga pupuk non subsidi mulai terjangkau petani Kabupaten Rejang Lebong. Salah satunya jenis urea.

“Sekarang sejumlah petani sudah banyak menggunakan pupuk non subsidi,” kata Direktur CV Maju Jaya Abadi, Ujang. Ia salah satu distributor pupuk subsidi di wilayah Rejang Lebong saat didatangi Rabu (8/11).

Ujang meneruskan saat ini harga urea non subsidi berangsur turun.

“Sebelumnya sampai Rp 300.000 per sak atau 50 Kg, kemudian turun menjadi Rp 270.000 sekarang sudah menjadi Rp 230.000 per sak,” paparnya.

Turunnya harga urea non subsidi yang banyak digunakan kalangan petani, sebagian petani sudah beralih ke penggunaan pupuk non subsidi. Menurutnya, banyaknya penggunaan pupuk non subsidi khususnya jenis Urea, karena petani dinilai malas repot jika menggunakan pupuk subsidi yang harganya memang lebih murah.

“Pupuk subsidi kan terbatas kuotanya, dan itu pun khusus untuk kalangan kelompok tani, dan kadang mereka malas repot seperti harus menunggu kedatangannya, sehingga mereka lebih memilih menggunakan pupuk non subsidi yang harganya mulai terjangkau,” katanya.

Sementara itu realisasi penyaluran pupuk Subsidi yang ada pada lingkup kawasan kerja CV Maju Jaya Abadi terhitung Oktober 2017 normal. Untuk jenis Ponska, sudah terealisasi sekitar 1100 ton dari kuota 1.231 ton.

Kemudian jenis Za sudah terealisasi 260 ton dari kuota 311 ton, untuk jenis Sp 36 dari kuota sebanyak 516 ton terealisasi sebanyak 400 ton.

“Untuk jenis organik dari kuota 348 sudah terealisasi sekitar 200 ton dan urea dari kuota 837 ton terealisasi sekitar 70 %,” paparnya.

Ditanya tahun 2018 apakah akan ada kuota tambahan pupuk subsidi, dirinya belum bisa memastikan.

“Kalau penetapan kuota kan dari Provinsi mas, kalau di Kabupaten di Dinas Pertanian dan usulan sebelumnya disampaikan masing-masing kelompok tani dan nantinya melalui Dinas Pertanian diusulkan ke provinsi,” jelasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita