oleh

Puncak Kemuning Pusat Pengrajin Emping Melinjo

PUNCAK KEMUNING – Upaya Peningkatan  Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)  dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Lubuklinggau. Khusus di RT 03 Kelurahan Puncak Kemuning memanfaatkan program UPPPKS untuk mengolah melinjo menjadi kerupuk.

Ketua UPPKS Kelurahan Puncak Kemuning, Nur Asiah usaha yang dibina Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Lubuklinggau. Teknis produksinya masih tradisional.

Saat ini bahan baku emping melinjo cukup sulit didapat karena belum memiliki kebun sendiri. Untuk sementara bahan baku emping melinjo hanya beli dari masyarakat sekitar dan bila habis beli dari luar kota seperti Kabupaten Musi Rawas . Emping melinjo masih berkulit merah 1 kg hanya Rp7 ribu sedangkan sudah jadi bijinya Rp12 ribu dalam 2 kg biji emping melinjo dapat 1 kg kerupuk emping melinjo.

Harga kerupuk emping melinjo dalam 1 kg Rp 80 ribu dalam satu minggu biasanya terjual 7 kg sedangkan hari-hari besar bisa habis terjual 1.500 kg. Kerupuk emping menurutnya tanpa dipasarkan karena sudah yang menerima langsung dari pasar Palembang.

Awalnya  usaha rumahan kerupuk emping melinjo buka tahun 2010 dengan melihat tetangga jadi kepingin membuat usaha rumahan emping melinjo. Bahkan pernah ngisi stan usaha rumahan dalam kegiatan acara Kota Lubuklinggau.

Bahkan, kata Siti, usaha rumahan emping melinjo Puncak Kemuning sering dapat juara dalam lomba UPPKS tingkat Kota Lubuklinggau pada tahun  2016 Juara 1, 2017 Juara 2 dan  2018 Juara 3, dan sedangkan tingkat kelurahan Juara 1 se-Kecamatan Lubuklinggau Utara II. (adi/lik)

Rekomendasi Berita