oleh

Puncak Haji Dibagi Empat Rute

LINGGAU POS ONLINE – Seluruh jemaah haji sudah berada di Tanah Suci. Dari data Siskohat Kemenag totalnya mencapai 212.732 orang, yang tergabung dalam 529 kelompok terbang (kloter). Jemaah ke Arafah menggunakan 21 bus yang telah disiapkan bagi masing-masing maktab.

Tahap pertama, jemaah akan diberangkatkan pada pukul 07.0012.00 WAS. Kedua, jemaah yang diberangkatkan pada pukul 12.00 16.00 WAS. Ketiga, pemberangkatan jemaah pada pukul 16.00 24.00 WAS.

Kabid Transportasi PPIH Asep Subhana mengatakan, proses pemberangkatan jemaah dari Makkah menuju Arafah akan diawasi Maktab serta petugas transportasi PPIH. “Jemaah akan diminta turun ke lobi hotelnya berdasarkan urutan lantai tempat mereka menginap. Kita akan mulai dari lantai paling bawah,” tutur Asep, kemarin (9/8).

Saat ini, menurut Asep, guna pengangkutan masa puncak haji, pemerintah Arab Saudi mengerahkan seluruh bus yang ada di Makkah. Termasuk juga bus sekolah berwarna kuning yang biasa melintas di jalanan kota Makkah serta bus shalawat. Saat ini seluruh angkutan itu telah dikumpulkan di terminal Muzdalifah, imbuh Asep

Terpisah, Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid menjelaskan rangkaian puncak ibadah haji mulai dilaksanakan. Pengaturan transportasi pun mulai berlaku pada momen ini. Nantinya, angkutan bus selama puncak musim haji (masyair) terbagi dalam empat rute perjalanan (trip). Pembagian sesuai dengan maktab penempatan jemaah haji.

Cholid mengatakan trip pertama Makkah-Arafah. “Nah untuk setiap maktab diberikan jatah kendaraan 21 unit bus, jadi kalau rata-rata 3.000 per maktab, maka dalam tiga putaran jemaah akan selesai diberangkatkan ke Arafah,” terangnya.

Untuk trip kedua, yakni Arafah-Muzdalifah yang jaraknya tidak lebih dari 8 km atau lebih pendek ketimbang dari Makkah ke Arafah yang mencapai lebih dari 21 km. Demi menjamin kelancaran lalu lintas kendaraan, pemerintah Arab Saudi mengurangi jatah kendaraan bagi jemaah. Dari awalnya 21 bus per maktab hanya menjadi enam atau tujuh bus per maktab.

“Artinya kalau satu bus bisa menampung 70 baik yang city bus yang ada ruang untuk berdiri maka kalau 3.000 orang dengan 6 bus itu dalam 7-8 kali putaran akan selesai,” imbuhnya.

Pada tahun lalu, kata Subhan, pengangkutan dimulai dari waktu terbenamnya matahari di saat itulah diberangkatkan bus dari Arafah hingga pukul 01.30 dini hari. PPIH dipastikan akan terus melakukan sosialisasi, baik melalui para petugas kloter maupun petugas di Arafah.

Jemaah haji diyakini sudah memahami hal ini. Sebab, maktab dan petugas kloter sudah melakukan pembicaraan perihal penjadwalan pemberangkatan dari Arafah ke Muzdalifah dan rute-rute yang lain.

Bagi jemaah yang akan berangkat pada trip akhir disarankan sebaiknya menikmati malam di Arafah saja. “Supaya tidak terlalu lama menunggu berdiri di pinggir jalan karena seluruh jemaah itu kita pastikan akan semuanya terangkut ke tujuannya masing-masing,” ujar dia.

Adapun untuk trip ketiga, yakni Muzdalifah-Mina, punya jumlah bus hanya lima unit per maktab. Ini mempertimbangkan jarak yang lebih pendek atau sekitar 6,9 km. Pengangkutan jemaah rencananya dimulai pukul 23.30 waktu setempat dan ditargetkan selesai angkutan tidak lebih dari pukul 08.00. “Pemerintah Saudi memberikan tenggat paling akhir pukul 09.00. Karena di tengah terik ini pukul 09.00 sudah luar biasa panasnya,” katanya.

Trip keempat yakni dari Mina-Makkah dengan jumlah bus sama seperti trip pertama sebanyak 21 bus per maktab. Jemaah akan diberangkatkan dalam dua trip. “Trip pertama tanggal 12 Dzuhijah bagi jemaah yang akan mengambil nafar awal. Kemudian jemaah yang mengambil nafar tsani tanggal 13 Dzulhijah,” terangnya. (*)

Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita