oleh

Puluhan Kosmetik Ilegal dan Kedaluwarsa Disita

LINGGAU POS ONLINE, BATU URIP TABA – Puluhan merek kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE) atau ilegal, dan kedaluwarsa berhasil disita tim gabungan Kota Lubuklinggau, Rabu (11/4).

Tim gabungan ini terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Sat Pol PP Kota Lubuklinggau, dan Polres Lubuklinggau.

Inspeksi Mendadak (Sidak) ini menindak lanjuti temuan BPOM Sumsel pada Februaria 2018 lalu,dengan nomor surat B-IN 01.04.86.03.18.754, ada delapan tokoh kosmetik yang pernah diperiksa BPOM menjual kosmetik ilegal dan kedaluwarsa. Delapan tokoh tersebut diantaranya, Toko Yani, Toko Rosnidar, Toko Yolista, Toko Nuraini, Toko Violet, Naulin Skin, dan Toko Serli, dan Toko Ros.

“Dari delapan tokoh itu, dua diantaranya tidak buka hari ini makanya akan kita lanjutan besok,” kata Kadisperindag Kota Lubuklinggau, H M Hidayat Zaini melalui Kabid Pengawasan Barang Penting, Devi.

Ditambahkan Devi, dari enam toko tersebut disita puluhan kosmetik ilegal, dan kosmetik kedaluwarsa. Kosmetik yang disita diantaranya krim pemutih wajah, dan badan atau body lotion.

“Untuk mereknya sebagian besar tidak terlalu terkenal dan familier, ada juga krim pemutih yang tidak bermerek sama sekalian, seperti racikan. Saat ini kami tarik semua, sedangkan yang kedaluwarsa kami meminta pemilik tokoh untuk tidak memajang lagi,” ungkap Devi.

Sementara itu Kabid Pelayan dan SDK, Deasi Novia menegaskan bahwa kosmetik tersebut sangat berbahaya jika digunakan. Sebelumnya pihak Dinkes Kota Lubuklinggau sudah banyak mendapat laporan, adanya penjualan kosmetik kedaluwarsa.

“Kami sudah banyak menerima laporan, dan hari ini memang kita temukan. Kita himbau masyarakat juga untuk selektif memilih produk, jika tidak ada BPOM dan Kemenkes sebaiknya jangan digunakan,” pesan Deasi Novia.

Terpisah, salah seorang owner toko kosmetik di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Batu Urip Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Andi mengaku bahwa pihaknya kesulitan untuk mengecek produk satu persatu. Mengingat di tokohnya terdapat ribuan produk, sementara dari pihak distributor juga tidak ada yang memperingati.

“Kalau distributornya aktif enak kami, ini kami harus cek satu persatu. Kedepan kami akan memanfaatkan teknologi, jadi tiga bulan sebelum tanggal kedaluwarsa sudah ada peringatan,” ungkap Andi.(07)

Rekomendasi Berita