oleh

Puluhan Driver Grab Car ‘Mogok’

LUBUKLINGGAU – Sudah lima hari terakhir, tepatnya Rabu 30/1) hingga Minggu (3/2) puluhan driver Grab Car melakukan aksi mogok. Hal ini dilakukan karena para driver meminta manajemen menaikan insentif, dan dua tuntutan lainnya.

Diakui Putra, seorang driver Grab Car Lubuklinggau mengatakan, aksi mogok jalan yang mereka lakukan adalah bentuk protes terhadap manajemen Grab saat ini. Berdasarkan keputusan rapat bersama para komunitas driver Grab Car Lubuklinggau tanggal 30 Januari lalu memutuskan tiga tuntutan.

“Pertama pihaknya meminta kenaikan masalah insentif yang mereka rasakan jauh sangat rendah dari daerah lainnya,” ujar Putra.

Kedua mereka meminta waktu operasional Grab Car yang semula dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB menjadi 24.00 jam.

“Ketiga kami meminta manajemen Grab Lubuklinggau menghentikan penerimaan Grab Car, karena jumlah Grab Car saat ini sudah sangat banyak tidak sebanding dengan jumlah penumpang,” terangnya.

Putra mengaku aksi mogok jalan mereka baru akan berhenti, setelah tuntutan mereka dipenuhi oleh manajemen Grab Car Lubuklinggau.

“Intinya kawan-kawan mau off bid sampai ada kejelasan dari pihak manajemen Grab. Aksi ini juga melanjutkan aksi kawan-kawan Oktober tahun lalu,” tegasnya.

Diakui, Melsi (23) warga Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau mengakui sejak Rabu (30/1) ia order Grab Car tidak bisa.

“Saat order ada yang menerima, tapi lihat di aplikasi driver-nya tidak jalan,” ungkap Melsi.

Menurut Melsi, musim hujan seperti saat ini keberadaan Grab Car sangat dibutuhkan. Ia berharap ada solusi terbaik antar driver dengan manajemen Grab Lubuklinggau, sehingga aksi mogok tidak berlanjut.

Sementara itu, Indra perwakilan Manajemen Grab Lubuklinggau dihubungi sejak Sabtu (2/2) tidak direspons. Begitu juga saat Minggu (3/2) dialihkan.(nia)

Rekomendasi Berita