Puluhan Babi Ternak Mati, Peternak di Tugumulyo Kosongkan Kandang

LINGGAUPOS.CO.ID – Lantaran babi ternak peliharaan banyak yang mati sejak sebulan terakhir, membuat peternak babi di Desa Mataram, Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, menjual ternaknya dan mengosongkan kandang. Hal ini sebagai upaya agar tidak mengalami kerugian yang lebih besar.

“Serangan penyakit babi mati mendadak karena virus atau penyakit ini sudah ada sejak sebulan lalu, kami memang belum melaporkan ke petugas. Kurang lebih kalau di Mataram 20 ekor babi ternak yang mati sudah ada, bahkan lebih,” jelas Nurharyanto, peternak babi di Desa Mataram, kepada Musirawas Ekspres, Senin (24/5/2021).

Pria yang juga sebagai perangkat Desa Mataram ini juga mengatakan, peternak babi di Desa Mataram jumlahnya belasan kandang. Namun, sebagian sudah dijual ke luar daerah semenjak adanya kasus babi.

“Sekarang sudah banyak yang kosong, dijual ke Medan. Babi dijual dalam masih dalam keadaan hidup, dari pada rugi, seperti yang di dekat lapangan juga sudah kosong, karena dijual semua.” jelasnya.

Ia mengakui, untuk ternak miliknya memang belum terserang penyakit atau virus ini, ia berharap jangan sampai terjadi. Sedangkan untuk antisipasi, ia membersihkan kandang setiap hari dengan memakai cairan desinfektan.

“Kalau punya saya jangan sampai, saya juga tidak berani ke kandang warga lain yang ternak babinya mati. Takutnya tertular dan akan berbahaya untuk ternak saya,” imbuhnya.

Lanjut ia, untuk babi kasus babi mati, juga terjadi di Desa Ngadirejo Kecamatan Tugumulyo, para peternak saling memberikan informasi dan mencari solusi agar virus atau penyakit babi ini tidak menyebar luas.

“Kemungkinan virus ini disebabkan
oleh nyamuk, karena babi yang mati mengalami ada bintik-bintik merah di
lapisan kulit lunak babi. Seperti tanda-tanda serangan antraks kurang lebih sepuluh tahun lalu,” jelasnya.

Menurut informasi yang ia dapat, awal terjadinya kasus kematian babi, setelah ada orang yang memasukan babi dari daerah Jambi ke Desa Mataram. Tak lama kemudian, terjadinya kasus babi mati.

“Oleh sebab itu, saya selalu wanti-wanti jangan sampai ada babi luar daerah masuk, takutnya membawa virus. Kami juga akan segera lapor ke Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Mura, tentang kematian babi ini, jika ada obatnya maka bisa dibantu,” ungkapnya. (Musirawas Ekspres)

Rekomendasi Berita