oleh

Pukul Istri Lalu Diinjak

LINGGAU POS ONLINE- Berkas perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan tersangka Riko Imron dinyatakan lengkap (P21). Tersangka warga Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas (Mura) itu dilimpahkan penyidik Polres Mura ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Selasa (10/12) sekitar 14.00 WIB.

Tersangka diduga melakukan pemukulan terhadap istrinya Tiara Novita Sari.

“Berkas perkaranya (Riko) sudah lengkap, dan dalam waktu dekat berkas perkaranya akan kembali dilimpahkan di Pengadilan Negeri untuk segera disidangkan,” ungkap Kajari Lubuklinggau, Zairida melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rahmawati SH kepada wartawan.

Dikatakan Rahmawati, tersangka Riko dilimpahkan dalam kasus KDRT. Akibat perbuatannya tersangka terancam pidana sesuai Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2004.

Dalam berita acara pemeriksaan tersangka terungkap, kasus KDRT diduga dilakukan Riko pada Jumat 9 Agustus 2019 sekira pukul 07.00 WIB. Saat itu korban Tiara Novita Sari mengambil ikan di rumah orang tuanya berjarak 100 meter.

Kemudian korban pulang dan mengambil daun pisang untuk membuat pepes ikan. Saat itu tersangka marah dan berkata “ngapo idak kemarin kau katek gawe cuma duduk bae di rumah wong tuo kau”. Kemudian korban menjawab “aku bukan duduk bae, aku bantu mak aku buat kue nak lebaran”.

Selanjutnya terjadilah cekcok mulut antara korban dan tersangka. Pada saat itu anak mereka bangun. Korban mengambil anaknya dan didudukan di atas sepeda tersangka. Namun tidak lama diturunkan oleh tersangka. Kemudian tersangka langsung bekerja. Pada saat itu korban menangis dan bercerita kepada tetangga.

Keesokan harinya sekitar pukul 06.00 WIB, saat bangun tidur tersangka menendang pintu kamar korban dan anaknya. Tersangka berkata “bukalah pintu tu, kalau dak dibuka rumah ini nak aku bakar biar kau duo beranak mati”.

Kemudian korban menuju ke kamar tempat tersangka tidur sambil mencari sertifikat tanah. Lalu pada saat korban hendak keluar rumah tersangka menyusul dan mengunci pintu. Tersangka berlari ke dalam kamar mengambil sebilah pisau sambil berkata “mano sertifikat tanah, aku nak minta sertifikat tanah itu, kalau dak kasih aku nak bunuh kau”.

Tersangka dan korban rebutan membuka pintu depan rumah. Saat itu korban sedang menggendong anaknya dan didorong tersangka hingga terjatuh. Ketika mengambil anaknya yang terjatuh korban menunduk badan dan tersangka langsung memukul bagian punggung serta menginjak kaki sebelah kanan. Sehingga korban mengalami memar.

Laporan Apriyadi

Rekomendasi Berita