oleh

PT SAS Terancam Pidana

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Lanjutan sanksi tegas yang diberikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Rawas (Mura) terhadap PT Selatan Agung Selatan (SAS) belum jelas. Meski, sesuai dengan hasil tinjauan lokasi yang dilakukan tim DLH Mura, menyatakan benar perusahaan yang beroperasi di Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri itu mengalami kebocoran kolam limbah. Dan akibatnya, limbah PT SAS mencemari Sungai Kelingi.

Kebocoran limbah terjadi di kolam nomor 13 dan terbukti mengaliri ke Sungai Kelingi. Sehingga, PT SAS yang merupakan perusahaan belum mengantongi izin limbah itu harus memperbaikinya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mura, Hermerrudin menjelaskan, pihaknya telah memberikan sanksi administrasi kepada PT SAS terkait masalah kebocoran limbah mengalir ke Sungai. Bahkan, perusahaan harus proaktif melaporkan terkait kegiatan-kegiatan terkait permasalahan kebocoran limbah.

Dalam sanksi yang diberikan setidaknya ada tiga poin. Diantaranya, menghentikan air limbah di kolam yang bocor selama tujuh hari, melakukan penanggulangan dalam waktu 180 hari dan pemulihan lingkungan selama satu bulan.

“Kalau tiga poin dalam sanksi tersebut tidak dipenuhi maka pihak perusahaan bisa dikenakan sanksi pidana dan perdata,” tegas Hermerrudin.

Sebab, sesuai tingkatan sanksi lingkungan hidup ada empat yaitu teguran, tertulis, paksaan perintah dan pembekuan atau pencabutan izin.

Tetapi, hingga berita ini diterbitkan pihak DLH Kabupaten Mura saat dihubungi dimintai keterangan mengenai kelanjutan masalah tersebut belum ada jawaban.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Mura, Yudi Fratama, Sabtu (25/8) menegaskan, karena limbah PT SAS  meresahkan masyarakat, DLH harus menindak secara tegas.

“Yang jelas DLH Mura jangan coba bermain-main terhadap apapun itu bentuknya menimbulkan keresahan masyarakat. Terpenting, apapun itu bentuknya harus sesuai regulasi,” ucap Yudi Fratama.

Perlu diketahui, PT SAS memiliki 139 tenaga kerja, rinciannya 40 orang dari luar Kabupaten Mura dan 99 orang dari Kabupaten Mura. Dari 99 tenaga kerja, 70 orang warga Desa Petunang dan sisanya dari luar Desa Petunang.

PT SAS dalam sehari mampu mengolah 94.853 ton buah sawit, dan memiliki 13 kolam penampungan limbah sawit. (04)

Rekomendasi Berita