oleh

PT Medco E&P Beri Pemahaman Berkesinambungan

Pada Media dan Masyarakat

LINGGAU POS ONLINE, PALEMBANG – Media massa diminta memberikan informasi yang akurat dan berimbang dalam pemberitaan. Jangan sampai muncul kabar yang tidak sesuai fakta di lapangan, karena akan merugikan sejumlah pihak.

Permintaan ini diungkapkan Pimpinan PT Medco E&P Indonesia, Herman Fauzi kepada Linggau Pos setelah pembukaan acara Dialog Dinamika Industri Hulu Migas dan Transformasi Media Massa Bersama Jurnalis Sumatera Selatan (Sumsel) di Ballroom The Excelton Hotel Palembang, Senin malam (27/11).

Herman Fauzi meneruskan, selama ini ada pemberitaan yang dinilai sepihak, dan tentunya berdampak dengan PT Medco yang sedang lakukan eksplorasi ataupun pembebasan lahan warga yang tanahnya memiliki kandungan Migas. Biasanya ini berkaitan dengan pemberian ganti rugi.

“Sangat dibutuhkan konfirmasi ulang dari wartawan jika muncul masalah di lapangan. Jika berkaitan dengan PT Medco silakan dikonfirmasikan kepada kami karena akan kita jelaskan,” saran Herman Fauzi.

Lebih lanjut ia menyebutkan dengan pertemuan dialog dinamika industri hulu migas ini diharapkan terjalin hubungan yang baik dengan rekan media di sekitar wilayah kerja PT Medco, dan memberikan pemahaman secara berkesinambungan mengenai industri hulu Migas kepada jurnalis.

Sedangkan Kepala Perwakilan SKK Migas, Tiradj Sambu mengungkapkan sejumlah fakta jika sekarang ini Sumsel tidak menarik lagi dikunjungi investor akan berinvestasi di bidang gas bumi.

“Kita tahu potensi Sumbagsel dibidang gas bumi itu terbentang dari Lampung, Jambi, Bengkulu, Sumsel. Dengan jumlah KKS (rekanan, red) adan78, jauh berkurang dari sebelumnya 102 KKS. Keadaan ini ditambah dengan tak tertariknya investor menanamkan modalnya. Penyebabnya bisa dari pengurusan izin yang agak lama, juga dari oknum masyarakat jika ada pembukaan gas baru, dan masalah lainnya,” ungkap Tiradj Sambu.

Agar hal ini tak terus menjadi polemik, ia menyarankan perlunya edukasi ke masyarakat agar tak terjadi masalah di lapangan.

“Agar sukses mesti diwajibkan rutin sosialisasi ke masyarakat soal migas ini,” jelasnya sembari menyebutkan di Sumbagsel ada 90 sumur minyak.

Dan ini dapat menarik investor kembali untuk berinvestasi dibidang hulu Migas.

Untuk tahu, setelah ramah-tamah acara dilanjutkan esoknya (28/11) dengan pemaparan materi dari Bagian Perizinan Kehutanan Pengadaan Tanah PT Medco E&P, Erika Lestari dengan materi pemaparan driling project plan dan kegiatan CSR PT Medco E&P Indonesia West Aset.

“PT Medco E&P Indonesia adalah perusahaan swasta bergerak di bidang hulu migas yang melakukan kontrak kerja dengan pemerintah selama 20 tahun hingga 30 tahun. Di Sumsel kita ada tiga blok yaitu Rimau, South Sumatera, dan Lematang. Saat ini di Kabupaten Musi Rawas sedang berlangsung pembukaan sumur Flamboyan di Desa Semangus Kecamatan Muara Lakitan, dan juga di Gunung Megang Muara Enim,” jelas perempuan berhijab ini.

Kegiatan Migas lainnya sedang dilaksanakan di Row Temelat Desa Gunung Kembang Baru Kecamatan BTS Ulu juga Desa Margoyoso Desa Sidodadi Kecamatan Jayaloka, dan Desa Lubuk Besar Kecamatan TPK. Kalau di Musi Rawas itu potensinya gas, sekarang masih tahap awal untuk pengeboran,” ungkap Erika Lestari.

Di ujung acara dipaparkan materi Journalistic Inspiring dari Wapemred Detik.com, Andi Sururi yang menjelaskan eksistensi media online Detik yang sudah 20 tahun berkiprah.

Hingga tetap menarik minat pembaca dunia maya dengan suguhan berita cepat dan akurat.

“Detik.com bisa bertahan karena kontennya menarik dan fakta. Serta keakuratan berita. Setiap bulan saja visitor atau kunjungan pembaca 53.000.000 unique visitor,” sebut Andi Sururi menyebut pembaca Detik.com 75 % paling banyak berasal dari Jabodetabek. (01)

Komentar

Rekomendasi Berita