oleh

PT GSSL Diduga Tak Berikan Ganti Rugi Tanam Tumbuh

-Lubuklinggau-391 dibaca

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Abdul Ghofur dan Bayu Aditya Putra selaku kuasa hukum dari Holudin dan Hermanto menggugat PT Gunung Sawit Saswita Lestari (GSSL), Senin (6/11). Apa pasal? Lahan keduanya belum selesai di Ganti Rugi Tanam Tumbuh (GRTT) oleh manajemen PT GSSL.

Dituturkan Ghofur, lahan milik Holudin seluas 10 Hektare (Ha) dan lahan Hermanto seluas 32 Ha, baru dibayar 8,9 Ha jadi sisa yang belum dibayar 23,1 Ha.

“Sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan upaya mediasi, namun selalu mengalami kegagalan. Ini baru dua masyarakat yang melayangkan gugatan, nanti akan menyusul enam gugatan lagi, dengan masalah yang sama,” kata Ghofur.

Bahkan, dilanjutkannya, pada 1 Mei 2014 sudah dilakukan musyawarah di rumah dinas Bupati Kabupaten Musi Rawas. Di situ, sudah ada tiga kesepakatan, yakni PT GSSL dan masyarakat Tiang Pungpung Kepungut (TPK), sepakat untuk menyelesaikan ini dengan musyawarah. PT GSSL menyerahkan SPH dan fotokopi kuitansi pembayaran kepada Kepala Desa (Kades) dan Camat, serta tenaga kerja yang dipekerjakan dikoordinasi dengan Kades setempat.

“Selanjutnya, pada 14 Oktober 2016, sudah dilakukan kesepakatan antara Forum Masyarakat Beliti-TPK. Di situ, tergugat dalam hal ini PT GSSL sepakat untuk menyelesaikan lahan penggugat, asalkan memiliki hak. Tapi, itu tetap dilakukannya, dan tergugat telah menguasai secara sepihak lahan milik penggungat,”jelasnya.

Bahkan, pihaknya telah mengirimkan surat somasi, sampai tiga kali. Tapi, sengketa lahan belum juga diselesaikan oleh manajemen PT GSSL.

“Kita mengajukan ganti rugi material terhadap lahan sebesar Rp 500.000.000 untuk Holudin dan Rp 100.000.000 untuk Hermanto. Gani Rugi Tanam Tumbuh, Holudin kita ajukan Rp 2.268.000.000,”jelasnya.

Anehnya, dilanjutkan Ghofur, lahan ini masih dalam sengketa tapi sudah ada tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Riduan, Jumada dan Holudin atas pemortalan jalan.

“Padahal, terbukti dalam persidangan atas terdakwa Riduan dan Jumada, kalau berdasarkan dari hasil keterangan saksi-saksi terungkap kalau lahan itu memang belum dibayar. Bahkan, diduga masih banyak lahan lain yang belum dibayar,”ungkapnya.

Sementara itu maneger PT GSSL, Munte mengatakan kalau kedua lahan tersebut, yakni milik Holudin dan Hermanto sudah dibayar. Jadi, tidak ada permasalahan lagi.

“Lahan mereka sudah dibayar, kalau tidak mana berani kita membukanya,” kata Munte. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita