oleh

PSN Lebih Efektif Dibanding Fogging

Sekretaris Dinkes Kota Lubuklinggau, Cikwi
“Sebagian besar nyamuk itu kalau di-fogging hanya pindah ke tempat yang tidak di-fogging. Lalu asap fogging juga tidak membunuh larva nyamuk. Ini yang menurut kami tidak efektif…”

LUBUKLINGGAU – Tahun 2018, 360 penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dirawat di Rumah Sakit (RS) Dr Sobirin. Sementara 165 orang dirawat di Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA). Dari jumlah itu, tiga pasien DBD meninggal.

Peningkatan jumlah pasien DBD tahun 2018 terjadi pada bulan November-Desember. Bahkan, Januari 2019 diprediksi wabah DBD kembali merebak, seiring terjadinya musim penghujan.

Di Kelurahan Margamulya, dalam pekan ini tiga warga menderita DBD, seorang diantaranya meninggal.

“Iya, ada satu warga kami, Kamis (24/1) pukul 14.00 WIB meninggal. Saat dibawa ke RSSA, katanya sudah terlambat, sudah pecah pembuluh darah. Kami sangat prihatin dengan kejadian ini,” tutur Lurah Margamulya, Ahmad Riza kepada Linggau Pos tadi malam.

Berkaca dari kasus ini, ia jadi makin giat menyosialisasikan kepada warganya untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Dalam PSN itu, kepada Ketua RT dan warga, saya sampaikan, kalau ada warga yang demam, sedikit flu, jangan lama-lama langsung ke rumah sakit. Sebab, gejala DBD saat ini nyaris tak ketahuan. Saya berharap jangan sampai ada lagi korban akibat DBD,” jelas Riza.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Idris melalui Sekretaris, Cikwi membenarkan Januari jadi puncak musim hujan. Sehingga penting digalakkan PSN dari sekarang.

“PSN itu jauh lebih efektif dibanding fogging. Tapi sekarang ini, warga kalau enggak di-fogging belum lega. Hal inilah yang sedang kami sosialisasikan pelan-pelan,” terang Cikwi.

Ia mengatakan, fogging tak maksimal memberantas nyamuk Aedes Aegypti karena saat diasapi nyamuk dewasa tidak mati.

“Sebagian besar nyamuk itu kalau di-fogging hanya pindah ke tempat yang tidak di-fogging. Lalu asap fogging juga tidak membunuh larva nyamuk. Ini yang menurut kami tidak efektif,” jelas Cikwi.

Sementara kalau PSN, jelas dia, dilakukan dengan membuang air yang menggenang, pembersihan saluran air, mengeringkan kolam-kolam dan khusus di bak mandi dikasih bubuk Abate.

“Kalau PSN ini kita tingkatkan, kami yakin kasus DBD turun. Dinkes sampai kini memang masih fogging sesuai permintaan masyarakat. Namun lambat laun, akan kami sampaikan soal PSN ini,” jelas dia.(lik)

Rekomendasi Berita